Orang Tua Murid SLB di Kupang Patungan Gaji Guru Baru Atasi Kekurangan Guru

Imanuel Lodja - Senin, 06 Juli 2026 13:45 WIB
ist
Kepala SLB Negeri Kota Raja, Edi Wahon

digtara.com -Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Raja di Kota Kupang, NTT kekurangan tenaga pengajar hingga 13 orang.

Rencananya dalam tahun ajaran baru ini akan ada penambahan tujuh orang guru yang akan dibantu dibiayai oleh para orangtua siswa atau wali murid.

Kepala SLB Negeri Kota Raja, Edi Wahon membenarkan hal tersebut.

Edi mengakui sudah menyampaikan masalah kekurangan guru ini ke dinas Pendidikan dan sementara direspons lebih dulu oleh para orang tua.

Nantinya biaya ini akan diberikan lewat anggaran transportasi lewat Iuran Penyelenggaraan/Pembangunan Pendidikan (IPP).

"Kita sempat membuat analisis kebutuhan guru untuk dikirim ke dinas itu dan kita sampaikan bahwa masih kurang 13 guru dan orang tua saat ini hanya mampu untuk tujuh orang guru. Jadi nanti dikasih transport melalui IPP itu sesuai rapat," ujarnya pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: Mahasiswa di Kupang Dianiaya Hingga Luka Parah

SLB Kota Raja sendiri merupakan sekolah satu atap yang memiliki tingkat SD-SMA dengan lima jenis kekhususan yaitu tuna netra, tuna rungu-wicara, tuna daksa, tuna grahita, dan autis.

"Untuk kebutuhan guru kita masih kekurangan banyak apalagi semua jenis kekhususan ada di sini baik di SD, SMP, dan SMA juga ada. Idealnya satu siswa diajarkan oleh satu orang guru jadi tidak seperti di sekolah umum," jelas Edi.

Berbeda dari sekolah umumnya dengan sistem rombongan belajar (rombel) yang bisa berisi 28 - 30 siswa per kelas, untuk SLB rombel ditentukan berdasarkan jenis ketunaan atau kekhususan anak.

"Untuk SLB kalau siswa hanya satu dengan ketunaan misalnya tuna netra maka dia satu rombel saja itu. Jadi harus dilayani sekian guru itu baik guru mata pelajaran dan guru kelas," ujarnya lagi.

Pihaknya sudah menyampaikan adanya kekurangan guru ini kepada pihak orang tua atau wali siswa.

Orang tua disebutnya berkenan memberikan bantuan melalui IPP sesuai dengan Pergub untuk merekrut guru yang baru.

"Orang tua juga setujui itu dan nanti masuk di tahun ajaran baru kita mantapkan lagi dan kita akan terima guru baru yang dibayar oleh orang tua," tambah dia.

Sampai dengan saat ini, sudah ada beberapa pelamar yang rencananya akan direkrut sebagai guru setelah pemantapan.

Nantinya para pelamar akan melengkapi 37 guru yang sudah dimiliki SLB Kota Raja saat ini.

Ia menyebut jumlah saat ini memang terdengar cukup banyak namun sebenarnya masih sangat kurang jika dibandingkan dengan pelayanan terhadap murid yang berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Siswi di Kupang Maki Guru Lewat Status Whatsapp Berujung Mediasi di Kantor Polisi

"Karena SD itu kan 6 kelas, SMP 3 kelas, SMA 3 kelas tapi itu ada lagi sesuai dengan ketunaan dan kita pisahkan lagi sesuai kekhususan itu," tambah Edi.

Dari jumlah guru saat ini, ungkapnya lagi, hanya dua yang masih honor dari yang tersisa tahun sebelumnya dan belum diangkat.

Sementara untuk ASN ada delapan orang dan lainnya adalah PPPK.

Pihaknya sangat berharap kepada pemerintah agar sekalipun dalam efisiensi anggaran tetapi bisa memperhatikan kebutuhan guru di SLB.

Jika ada formasi CPNS, kata dia, sangat dibutuhkan guru kelas dengan latar belakang Sarjana Pendidikan Luar Biasa sehingga cocok dengan anak berkebutuhan khusus.


"Mudah-mudahan tahun ini ada formasi atau tahun depan bisa mendapatkan kuota untuk guru," ungkapnya.

Jumlah siswa SLB Kota Raja saat ini ada 97 siswa terhitung setelah adanya kelulusan untuk tiap tingkat pendidikan.

"Ada 105 siswa sebelumnya kemudian dari kelas 12, kelas 9 dan kelas 6 sudah tamat sehingga saat ini sisa 97 siswa. Kita menunggu pendaftaran baru lagi dan yang tamat SD di sini boleh melanjutkan lagi untuk SMP di sini, begitu pun untuk yang SMP," tandasnya.

Penerimaan di SLB Kota Raja sendiri dilakukan dengan dua jalur baik offline dan online yang link-nya juga sudah disebarkan.

Sementara untuk offline berlangsung pada 6 - 11 Juli 2026.

Khusus untuk autis, pihaknya menerima yang sudah siap ikut pembelajaran tetapi yang belum bisa diarahkan ke SLB khusus autisme.

Baca Juga: Mahasiswa di Kupang Dianiaya Hingga Luka Parah

Tentunya juga ada persyaratan yang diperlukan untuk mendaftar misalnya yang terpenting adalah surat keterangan kekhususan.

Misalnya untuk tuna grahita, orangtua diminta untuk menghubungi psikolog yang bisa menentukan tingkat kecerdasan anak.

Sementara untuk tuna rungu diperlukan keterangan dari dokter mengenai berapa persen kemampuan anak mendengar.

"Sehingga kita bisa melayani dengan menyesuaikan dengan kebutuhannya," jelasnya lagi.

Pasca pendaftaran akan dilakukan asesmen secara keseluruhan dan disampaikan kepada seluruh orang tua.

Pendaftaran tahun ajaran baru ini disesuaikan dengan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Untuk fasilitas sekolah sendiri menurutnya sudah 80 persen memenuhi kebutuhan berdasarkan orientasi masing-masing anak. Terdapat berbagai akses disabilitas termasuk untuk kursi roda.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Mahasiswa di Kupang Dianiaya Hingga Luka Parah

Nusantara

Siswi di Kupang Maki Guru Lewat Status Whatsapp Berujung Mediasi di Kantor Polisi

Nusantara

Gudang Sekolah SDK Don Bosco 2 dan 4 Kupang Terbakar

Nusantara

Curi Anjing Gereja Dengan Modus Umpan Ikan Beracun, Dua Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Nusantara

Hilang Sehari, Pria di Kupang Ditemukan Jatuh dan Meninggal Dalam Pembuangan Tahu

Nusantara

Kapolres Kupang Resmikan Sejumlah Fasilitas Saat HUT Bhayangkara Ke-80