digtara.com -Antrian panjang terjadi saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 55.865.10 milik PT. Karya Tiga Berlian, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (13/7/2026).
Antrian ini sudah berlangsung beberapa hari sejak pekan lalu dan berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Polsek Reo Polres Manggarai kemudian melakukan koordinasi lintas sektor dan pemantauan langsung.
Koordinaai diawali dilaksanakan di kantor Depot Pertamina Reo, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok.
Koordinasi dipimpin oleh Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto bersama Camat Reo, Rita Udin, serta Manager Fuel Pertamina Reo Mumun Najamudin, guna membahas kondisi stok BBM serta faktor penyebab terjadinya antrean panjang di SPBU.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Reo menyampaikan bahwa antrean panjang di SPBU telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Pria Lansia di Manggarai Timur Berulang Kali Setubuhi Siswi SMP Hingga Hamil
Salah satu penyebab antrian adalah kebijakan
SPBU yang tidak melayani pembelian
BBM jenis Pertalite menggunakan jerigen tanpa surat rekomendasi dari instansi terkait, khususnya bagi petani dan nelayan.
Selain itu, ditemukan indikasi adanya oknum yang berulang kali mengisi BBM menggunakan kendaraan roda empat untuk kemudian dipindahkan dan dijual kembali secara eceran.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa SPBU PT. Karya Tiga Berlian merupakan satu-satunya SPBU yang melayani penjualan BBM jenis Pertalite bagi masyarakat di Kecamatan Reok, Reok Barat, serta Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, sehingga tingginya kebutuhan masyarakat turut memengaruhi panjangnya antrean.
Camat Reok menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan akan melakukan koordinasi lanjutan bersama para pemangku kepentingan guna mencari solusi terbaik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun menimbulkan kepanikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Manager Fuel Pertamina Reo menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM, baik Pertalite, Pertamax maupun Solar, hingga saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga terus melakukan pemantauan distribusi serta memastikan proses penyaluran berjalan optimal sehingga tidak terjadi kekosongan stok.
Usai melaksanakan koordinasi, Kapolsek Reo bersama personel Polsek langsung turun ke SPBU 55.865.10 untuk memantau situasi di lapangan sekaligus memberikan imbauan kepada petugas SPBU dan masyarakat yang sedang mengantre.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap tertib mengikuti antrean, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu keributan maupun kemacetan di sekitar area SPBU.
Pengendara juga diminta memarkirkan kendaraan sesuai jalur yang telah ditentukan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lainnya.
Kapolsek mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena pasokan
BBM dipastikan dalam kondisi aman dan pemerintah bersama Pertamina terus melakukan langkah-langkah pengawasan guna menjamin kelancaran distribusi
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kecamatan bersama Pertamina, Polri, serta para pemangku kepentingan akan menggelar rapat koordinasi guna merumuskan langkah-langkah penanganan antrean panjang di SPBU PT. Karya Tiga Berlian agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Polres Manggarai berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Monitoring distribusi BBM juga menjadi bagian dari upaya pengendalian penggunaan bahan bakar secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku demi kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga: Pria Lansia di Manggarai Timur Berulang Kali Setubuhi Siswi SMP Hingga Hamil