Dua Wisatawan Asal China Meninggal Saat Snorkeling Di Perairan Kelor-Manggarai Barat

Imanuel Lodja - Kamis, 16 Juli 2026 08:03 WIB
ist
Proses evakuasi WNA China dilakukan aparat gabungan

digtara.com -Dua warga negara asing (WNA) asal China tenggelam saat melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (15/7/2026).

Wisatawan asal China ini merupakan pasangan suami istri yang tiba di Labuan Bajo sejak beberapa hari lalu.

Kedua korban meninggal dunia masing-masing GX (29), seorang perempuan dan suaminya, SG (30).

"Kedua korban merupakan warga negara China yang sedang berlibur di Labuan Bajo," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang dalam keterangannya pada Rabu malam.

Kedua korban berwisata dengan kapal Rinca Story 19 GT yang merupakan milik Agus Prawijaya (30), warga Kampung Baru, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Diatas kapal yang dinahkodai Lajamaru (53), ada lima orang WNA, empat orang WNI beserta empat orang crew kapal.

Baca Juga: Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak

Selain dua WNA asal China ada pula dua penumpang asal Francis masing-masing Johan Hanri Georges dan Lea Valerie Emilie serta satu orang asal Belgia, Margot Isabel

Empat WNI yakni Marianus Moses (17), Aril Saputra (18) yang merupakan pelajar praktek asal Kabupaten Manggarai Barat

Nicolaus Nico Wieknyoputra (41) asal Mantraman - Jakarta Timur dan Risna Novianti (22) asal Sukabumi-Jawa Barat.

Ada empat crew yakni Lajamaru selaku nahkoda, Kurnaedi selaku KKM dan dua ABK masing-masing Miftahul Huda (21) dan Alping (20).

Kapal open dek Rinca Story GT 19 berangkat dari pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo menuju Pulau Kelor pada Rabu pagi.

Di Pulau Kelor, tamu turun ke pantai dan ada breafing oleh salah satu ABK kapal yang juga menjadi guide.

Wisatawan kemudian melakukan tracking dan snorkling.

Setelah trekking ke puncak bukit selesai, kedua korban memutuskan untuk melakukan snorkeling di perairan sekitar Pulau Kelor.

Pihak crew kapal membekali mereka dengan masker selam (goggles) dan kaki katak (fins).

Baca Juga: 14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM


Namun, fatalnya, kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan (life jacket).

Tidak ada satu pun kru kapal maupun siswa PKL yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air.

Sekitar pukul 12.00 Wita, korban GX ditemukan mengapung tak sadarkan diri oleh wisatawan lain.

Upaya pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR) segera dilakukan di tepi pantai, namun nyawa perempuan berusia 29 tahun tersebut tidak tertolong.

Situasi berubah menjadi kepanikan massal saat menyadari bahwa sang suami, SG, yang sebelumnya berenang bersama korban pertama, menghilang dari permukaan air.

"Saat peristiwa terjadi, kedua korban tidak didampingi oleh pemandu wisata profesional berlisensi. Mereka hanya menerima pengarahan dari seorang siswa SMK yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan. Selain itu, kedua korban juga luput dari pengawasan saat berada di dalam air," jelas Kapolres.

Baca Juga: Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak

Anggota kepolisian dari Sat Polairud Polres Manggarai Barat turun ke lokasi kejadian bersama personil Polairud KP. Bima Baharkam Mabes Polri, personil Basarnas Labuan Bajo, personil Lanal Labuan Bajo, dan personil Syahbandar Labuan Bajo ke lokasi dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung.

Tim mengevakuasi korban GX bersama siswa praktek dan crew kapal ke Labuan Bajo dan dibawa ke RSUD Komodo untuk visum dan identifikasi.

Sementara personil gabungan lainnya mencari korban SG yang tenggelam dan hilang saat snorkling di Pulau Kelor.

Sekitar pukul 16.45 wita, korban tenggelam, Sha Gingyang ditemukan di kedalaman 32 meter di perairan Pulau Kelor dan langsung dievakuasi ke Labuan Bajo.

Diperoleh informasi kalau kedua korban pasangan suami istri sebelumnya bersnorkling dari dari arah perairan bagian barat Pulau Kelor dan ditemukan tenggelam di bagian timur perairan Pulau Kelor.

Saat kegjatan bersnorkling, mereka tidak mengenakan life jacket dan tidak didampingi oleh guide dan crew kapal

Diduga dua WNA China ini tenggelam karena terbawa arus dan kelelahan ditambah lagi tidak mengenakan life jacket dan tidak ada crew atau guide yang mendampinginya

"Diduga kuat, kedua korban terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau hingga mengalami kelelahan ekstrem. Jasad SG pun segera dievakuasi menuju RSUD Komodo guna menyusul sang istri," papar AKBP Christian Kadang.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan sikap hukum kepolisian yang tidak akan menoleransi kelalaian dalam prosedur keselamatan wisata.

"Atas nama Kepolisian Resor Manggarai Barat dan seluruh elemen masyarakat Labuan Bajo, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan Pemerintah Republik Rakyat China atas musibah yang sangat memprihatinkan ini," ungkap AKBP Christian.

Baca Juga: 14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM


Kapolres menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran Satreskrim dan Sat Polairud Polres Manggarai Barat untuk melakukan penyelidikan menyeluruh secara cepat dan transparan guna mengusut tuntas penyebab utama kecelakaan laut ini.

"Saya tegaskan, tidak boleh ada kompromi menyangkut nyawa manusia. Kita tengah membangun citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang aman, nyaman, dan berkelas dunia. Kejadian ini mencoreng upaya tersebut akibat adanya kelalaian prosedur keselamatan yang sangat mendasar," tegasnya.

Ia juga menyoroti temuan lapangan mengenai absennya alat pelindung diri dan tenaga pemandu profesional di kapal KM Rinca Story.

"Sangat tidak masuk akal membiarkan wisatawan melakukan snorkeling di area dengan arus dinamis tanpa mengenakan life jacket, dan lebih memprihatinkan lagi, mereka hanya didampingi oleh anak sekolah yang sedang magang (PKL), tanpa adanya pengawasan dari nakhoda, kru kapal, atau guide berlisensi. Ini adalah bentuk kelalaian nyata (culpa) yang mengabaikan keselamatan jiwa," tuturnya.

AKBP Christian memastikan proses hukum akan berjalan tegas tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas operasional KM Rinca Story.

"Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kelalaian standar keselamatan pelayaran dan wisata bahari. Kami akan segera menerbitkan Laporan Polisi (LP) untuk mendalami dugaan pelanggaran Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP. Pasal tersebut mengatur tentang Kelalaian (kealpaan atau culpa) yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, serta pasal-pasal terkait dalam Undang-Undang Pelayaran," tegas Kapolres.

Baca Juga: Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak

"Nakhoda, kru, hingga pemilik kapal (Agus Prawijaya) akan kami periksa secara maraton. Kami juga akan menelisik mengapa anak magang yang belum tersertifikasi diberikan tanggung jawab sebesar itu di lapangan. Jika terbukti ada unsur kesengajaan membiarkan prosedur keselamatan dilanggar demi keuntungan ekonomi, kami akan tindak tegas secara hukum tanpa ragu!" tambahnya.

Polres Manggarai Barat telah mengamankan dokumen kapal, manifes penumpang, serta alat snorkeling KM Rinca Story sebagai barang bukti.

Pihak kepolisian juga tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal China untuk penanganan pemulangan jenazah sepasang suami istri tersebut ke negara asal mereka.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak

Nusantara

14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM

Nusantara

Berkas Lengkap, Tersangka Kekerasan Seksual Pada Anak di Manggarai Barat Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Belasan WNA Uzbekistan Terdampar di Kampung Air Panas-Pantar Kabupaten Alor

Nusantara

Anggota Polsek Rote Barat Diadukan Ke Propam Mabes Atas Dugaan Intimidasi dan Usir Pemilik Seed Resort Rote Ndao

Nusantara

Kala Tahanan Terharu Dapat Potongan Tumpen HUT Bhayangkara Di Sel Polres Manggarai Barat