Situasi di Adonara Kondusif, Polisi Tetap Kedepankan Pendekatan Persuasif

Imanuel Lodja - Rabu, 22 Juli 2026 16:00 WIB
istimewa
Situasi di Adonara Kondusif, Polisi Tetap Kedepankan Pendekatan Persuasif

digtara.com - Konflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT mulai berangsur pulih dan membaik.Polda Nusa Tenggara Timur terus mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam menangani konflik antar warga ini.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda NTT Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin bersama jajaran melaksanakan koordinasi dan penggalangan terhadap tokoh adat, tokoh pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dari kedua desa pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut untuk memperkuat komunikasi, membangun kesepahaman, serta mendorong penyelesaian konflik secara damai agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Hasil dialog dengan para tokoh menunjukkan adanya komitmen dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan mekanisme adat, tanpa mengesampingkan proses hukum apabila nantinya ditemukan adanya unsur tindak pidana.

"Alhamdulillah, hasil koordinasi dan penggalangan menunjukkan respons yang sangat positif. Kedua belah pihak sama-sama menginginkan penyelesaian secara damai dengan mengedepankan musyawarah serta kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Adonara," ujar Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin pada Selasa (21/7/2026).

Dalam pertemuan bersama tokoh-tokoh Desa Narasaosina, pemerintah desa meminta waktu untuk melakukan musyawarah bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait guna mencari solusi yang adil dan dapat diterima semua pihak.

Baca Juga: Percepat Penyelesaian Konflik, Wakapolda NTT Turun Langsung ke Adonara Timur

Disepakati akan dilaksanakan pertemuan lanjutan yang melibatkan para tokoh adat beserta saksi-saksi yang mengetahui riwayat kepemilikan tanah ulayat yang menjadi akar persoalan.

Apabila dalam proses tersebut ditemukan unsur tindak pidana, maka penyelesaiannya akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Prioritas kami adalah menjaga situasi tetap kondusif sambil memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui mekanisme adat. Namun apabila terdapat pelanggaran hukum, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, dalam dialog bersama warga Dusun Bele, masyarakat menyampaikan harapan agar hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin tidak rusak akibat konflik tersebut.

Mereka mengakui kedua kelompok masih memiliki hubungan kekerabatan dan ikatan perkawinan sehingga perdamaian menjadi harapan bersama.

Warga juga menyatakan siap mendukung aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas maupun upaya provokasi yang dapat memicu konflik susulan.

Pihaknya mengapresiasi sikap masyarakat yang mulai membuka ruang dialog dan berkomitmen menjaga perdamaian karena partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan di wilayah Adonara Timur.

"Saat ini kami berada pada tahapan pemulihan pasca konflik. Selain menjaga keamanan melalui patroli dan pemantauan, kami juga membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat agar proses rekonsiliasi berjalan baik dan konflik serupa tidak kembali terjadi," jelas Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin.


Hingga saat ini situasi di Desa Narasaosina maupun Dusun Bele terpantau aman dan kondusif.

Meski demikian, personel gabungan Polri bersama TNI tetap melaksanakan patroli rutin serta pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi munculnya gesekan baru.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, serta mempercayakan penyelesaian persoalan kepada mekanisme musyawarah, adat, dan proses hukum yang berlaku. Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis situasi kamtibmas di Adonara Timur akan tetap aman, damai, dan kondusif," tandasnya.

Di tengah proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Dusun Bele yang terdampak konflik.

Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, makanan anak, lauk siap saji, kasur, selimut, family kit, paket sandang dewasa, hingga tenda gulung sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pasca konflik.

Baca Juga: Percepat Penyelesaian Konflik, Wakapolda NTT Turun Langsung ke Adonara Timur

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur

Nusantara

Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur

Nusantara

Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur

Nusantara

Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat

Nusantara

Para Tokoh di Adonara Timur Sepakat Akhiri Konflik Lewat Perdamaian

Nusantara

Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat