Tim Jibom Brimob Polda NTT Musnahkan Tiga Bom Pipa Rakitan di Flores Timur

Imanuel Lodja - Jumat, 24 Juli 2026 13:50 WIB
ist
Petugas kepolisian siap memusnahkan bom pipa rakitan temuan warga di Kabupaten Flores Timur

digtara.com -Aparat keamanan dari Polres Flores Timur bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda NTT mengamankan sekaligus memusnahkan tiga bom pipa rakitan yang ditemukan warga pascakonflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Proses disposal atau pemusnahan bahan peledak dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita di lokasi pengolahan pasir, Desa Oyangbara, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur, setelah sebelumnya dilakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur oleh Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan penanganan cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mencegah potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dari bahan peledak tersebut.

"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada aparat kepolisian. Langkah tersebut sangat penting sehingga Tim Jibom dapat segera melakukan sterilisasi, pengamanan, hingga pemusnahan sesuai standar operasional yang berlaku," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra.

Kegiatan penanganan dipimpin Dantim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT, Ipda I Gede Dirga Darma dan dihadiri Danki 4 Batalyon B Pelopor, AKP Charles Bere, Kapolsek Adonara Timur, Ipda Andreas Peu Lamury, serta personel Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT.

Ketiga bom pipa rakitan tersebut ditemukan warga Dusun IV Bele, Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga: Penghujung Masa Tugas di Rote Ndao, Kapolres Bagi Sepatu Bagi Siswa Pulau Terluar

Penemuan pertama bermula ketika Felisia Tuli (45) sedang memungut buah asam di sekitar lokasi pembuangan sampah.

Ia melihat benda mencurigakan menyerupai bom pipa, kemudian segera memberitahukan kepada Florentinus Soo (55) yang selanjutnya melaporkan temuan tersebut kepada personel Pos Pengamanan Brimob.

Anggota BKO Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT langsung menuju lokasi untuk melakukan sterilisasi dan pengamanan area.

Hasil pemeriksaan memastikan benda tersebut merupakan satu bom pipa rakitan yang dibungkus selotip berwarna kuning dan kemudian dievakuasi ke Polsek Adonara Timur.


Tak lama berselang, warga kembali melaporkan adanya dua bom pipa lainnya yang ditemukan di sekitar pekarangan rumah Kepala Desa Waiburak.

Tim Jibom kemudian bergerak menuju lokasi kedua dan mengamankan dua bom pipa rakitan, masing-masing berupa pipa berbalut selotip kuning dan satu lagi tanpa pembungkus.

Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke lokasi disposal di Desa Oyangbara untuk dimusnahkan menggunakan prosedur khusus yang berlaku bagi penanganan bahan peledak.

Berdasarkan hasil identifikasi Tim Jibom, ketiga barang bukti tersebut merupakan bom pipa rakitan dengan daya ledak rendah.

Meski demikian, bahan peledak tersebut tetap memiliki potensi membahayakan apabila mengalami benturan, tekanan, atau pemicu lainnya sehingga harus segera dinetralisir.

"Walaupun daya ledaknya tergolong rendah, benda tersebut tetap berbahaya bagi keselamatan masyarakat. Karena itu kami memutuskan melakukan disposal sesuai SOP hingga seluruh bom berhasil dinetralisir dan tidak lagi memiliki potensi membahayakan," jelas Kapolres.

Baca Juga: Penghujung Masa Tugas di Rote Ndao, Kapolres Bagi Sepatu Bagi Siswa Pulau Terluar

AKBP Adhitya Octorio Putra juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh ataupun memindahkan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak apabila ditemukan di lapangan.

"Segera laporkan kepada aparat kepolisian atau personel keamanan terdekat apabila menemukan benda mencurigakan. Jangan mencoba memegang, memindahkan, ataupun membongkarnya sendiri karena dapat membahayakan keselamatan," tegasnya.

Kapolres menambahkan, Polres Flores Timur bersama personel Brimob Polda NTT dan TNI tetap melaksanakan patroli, pengamanan, serta pemantauan intensif di wilayah Adonara Timur sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan pascakonflik.

"Kami memastikan situasi kamtibmas di Adonara Timur tetap aman dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan agar proses pemulihan pascakonflik berjalan dengan baik," pungkas AKBP Adhitya Octorio Putra.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur

Nusantara

Komnas HAM RI Temui Orang Tua Dokter Icha

Nusantara

Penghujung Masa Tugas di Rote Ndao, Kapolres Bagi Sepatu Bagi Siswa Pulau Terluar

Nusantara

Anggota DPR RI Dorong Penyediaan Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan dan TPPO

Nusantara

Ditreskrimsus Polda NTT Tuntaskan Kasus Korupsi LLASDP NTT TA 2014

Nusantara

Apresiasi Kinerja Polda NTT, Keluarga Dokter Icha Minta Penyidik Terapkan Pasal 530 KUHPidana