Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat

Imanuel Lodja - Senin, 27 Juli 2026 15:40 WIB
ist
Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara Temui Tokoh Adat

digtara.com - Penyelesaian konflik komunal di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT terus dilakukan melalui pendekatan adat yang melibatkan para tokoh masyarakat.Minggu (26/7/2026) siang, Tim Mediasi Penyelesaian Konflik Komunal Adonara bertemu dengan tokoh adat Desa Saosina dari Suku Lamalimut, Lukas Orong, di rumah adat Suku Lamalimut, Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Pertemuan dihadiri ketua tim Mediasi Anton Bapa Tokan, Wakil Ketua, David Sabon Nama, Sekretaris, Donatus Nama Sogan, Bendahara, Lambertus Roma, serta anggota, Karolus Kopong Miten, Hamid Ahmad, Andreas Ola Nama, Laurens Lebu Raya, dan Ferdinandus B. Bain.

Agenda utama pertemuan adalah meminta kesediaan Lukas Orong untuk berperan sebagai penengah dalam menyampaikan pesan damai kepada para tokoh adat di Desa Narasaosina agar menahan diri dan mencegah berbagai tindakan yang berpotensi memicu kembali konflik antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak.

Dalam dialog tersebut, Tim Mediasi menegaskan bahwa kedua kelompok masyarakat sejatinya memiliki hubungan kekeluargaan sebagai kakak dan adik.

Oleh karena itu, penyelesaian persoalan diharapkan mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, musyawarah, dan penghormatan terhadap adat istiadat Lamaholot demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain meminta masukan terkait mekanisme penyelesaian konflik berbasis adat, Tim Mediasi juga meminta saran mengenai tokoh-tokoh adat lain yang memiliki pengaruh serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai adat Lamaholot untuk turut dilibatkan dalam proses mediasi.

Baca Juga: Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur

Dalam kesempatan itu, Tim Mediasi juga memberikan ruang kepada Kepolisian untuk hadir dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/7/2026) di Kantor Desa Horinara maupun seluruh tahapan mediasi berikutnya.

Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan pengawalan, pengamanan, dan pemantauan sehingga seluruh proses berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Tokoh Adat Lukas Orong menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian konflik secara damai.

Ia juga menilai proses mediasi akan lebih kuat apabila melibatkan seluruh unsur adat, baik Paji maupun Demong, sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterima oleh semua pihak.


Lukas Orong juga mengungkapkan bahwa pada Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WITA digelar pertemuan para tokoh adat Desa Narasaosina dan Desa Saosina di Rumah Adat Suku Geko, Desa Saosina.

Dalam forum tersebut, dirinya menjelaskan tujuan pembentukan Tim Mediasi sekaligus membangun kesamaan persepsi agar seluruh tokoh adat mendukung penyelesaian konflik secara damai.

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa Polda NTT mengapresiasi langkah Tim Mediasi yang terus mengedepankan pendekatan kearifan lokal dalam membangun perdamaian di Adonara.

"Kapolda NTT memberikan apresiasi kepada seluruh tokoh adat dan Tim Mediasi yang terus mengedepankan dialog serta mekanisme adat dalam menyelesaikan konflik komunal. Pendekatan berbasis budaya dan kekeluargaan merupakan modal penting untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra pada Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengawal seluruh tahapan mediasi agar berlangsung aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pihak.

"Polda NTT bersama Polres Flores Timur akan terus melaksanakan pengamanan, pengawalan, dan pemantauan pada setiap agenda mediasi. Di sisi lain, kami juga mengoptimalkan deteksi dini, koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen terkait guna mengantisipasi potensi provokasi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas," lanjutnya.

Baca Juga: Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur

Pertemuan para tokoh adat yang dijadwalkan pada Senin, 27 Juli 2026 diharapkan menjadi momentum membangun kesepahaman bersama dalam mendukung penyelesaian konflik secara damai.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta memberikan ruang kepada para tokoh adat dan Tim Mediasi untuk menyelesaikan persoalan ini secara bijaksana.

"Polri akan terus hadir sebagai pengayom masyarakat dan menjamin keamanan seluruh proses perdamaian hingga tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif di Adonara," tandas Kombes Pol. Henry Novika Chandra

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Kapolres Flores Timur Bertemu Raja Larantuka Dorong Perdamaian di Adonara Timur Lewat Musyawarah Adat

Nusantara

Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur

Nusantara

Libatkan Tokoh Adat dan Tim Mediasi, Kapolres Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi di Adonara Timur

Nusantara

Tim Jibom Brimob Polda NTT Musnahkan Tiga Bom Pipa Rakitan di Flores Timur

Nusantara

Cari Akar Masalah Konflik di Adonara Timur, Wakapolda NTT Himbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

Nusantara

Situasi di Adonara Kondusif, Polisi Tetap Kedepankan Pendekatan Persuasif