digtara.com -Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan huntap pascabencana bagi masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebanyak 44.121 hunian tetap (huntap) disiapkan agar para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal yang aman, layak, dan lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan pembangunan huntap menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam proses pemulihan permanen pascabencana.
Pemerintah ingin memastikan proses pemulihan tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi terus berlanjut hingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Pendekatan tersebut mengacu pada prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih aman, kuat, dan berkelanjutan.
Pembangunan Huntap Gunakan Tiga SkemaTito menjelaskan, pembangunan huntap dilakukan melalui tiga skema, yaitu insitu, eksitu mandiri, serta eksitu terpusat atau komunal.
Baca Juga: 415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD
Pembangunan di kawasan relokasi komunal dilaksanakan oleh Kementerian PKP dengan dukungan penyediaan lahan dari pemerintah daerah.
Sementara itu, masyarakat yang memilih membangun kembali rumah di lahan sendiri dapat memperoleh fasilitasi dari BNPB selama lokasi tersebut telah dinyatakan aman.
"Pembangunan huntap dilakukan melalui tiga skema, yaitu insitu, eksitu mandiri, dan eksitu terpusat atau komunal," kata Tito dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatera di Gedung Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ribuan Huntap Sudah Selesai DibangunHingga saat ini, 1.012 unit huntap telah selesai dibangun dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, sebanyak 2.187 unit huntap lainnya sedang memasuki tahap konstruksi.
Pemerintah terus mempercepat pembangunan dengan menyelesaikan berbagai tahapan teknis di lapangan. Proses tersebut meliputi verifikasi penerima manfaat, kesiapan lahan, hingga pembangunan infrastruktur dasar kawasan permukiman.
Aceh Dapat Porsi Huntap TerbesarAceh menjadi wilayah dengan kebutuhan huntap terbesar. Total kebutuhan di provinsi tersebut mencapai 34.777 unit.
Program pembangunan huntap di Aceh mencakup beberapa skema, yakni:
7.502 unit melalui skema insitu.
8.091 unit melalui skema eksitu mandiri.
Baca Juga: 94 Persen Jalan Daerah di Aceh Kembali Fungsional, Satgas PRR Percepat Pemulihan Pascabencana 10.313 unit melalui skema eksitu terpusat.
Untuk pembangunan huntap komunal, terdapat 45 lokasi di Aceh dengan luas lahan mencapai 156,13 hektare.
Kawasan tersebut dirancang untuk menampung sekitar 6.220 kepala keluarga.
Huntap Sumatera Utara dan Sumatera BaratDi Sumatera Utara, pemerintah menargetkan pembangunan 6.779 unit huntap.
Jumlah tersebut terdiri atas 990 unit insitu, 829 unit eksitu mandiri, dan 4.182 unit eksitu komunal.
Sementara itu, pembangunan huntap di
Sumatera Barat mencakup 2.565 unit yang terdiri atas 631 unit insitu, 1.740 unit eksitu mandiri, dan 2.411 unit eksitu komunal.
Secara keseluruhan, pembangunan huntap komunal di tiga provinsi tersebut tersebar di 54 lokasi dengan luas lahan mencapai 198,21 hektare dan kapasitas sekitar 7.973 kepala keluarga.
Kolaborasi Percepat Pemulihan PenyintasTito menegaskan, percepatan pembangunan huntap penyintas bencana merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Selain Kementerian PKP dan BNPB, program tersebut turut melibatkan Polri, Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Baznas, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, Danantara, serta berbagai mitra swasta.
Tito juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun 2.603 unit huntap.
Baca Juga: 401 Huntap di Aceh Rampung, Satgas PRR Percepat Pembangunan 1.832 Hunian Tetap Pascabencana Pembangunan tersebut terdiri atas 1.103 unit di Sumatera Utara, 1.000 unit di
Aceh, dan 500 unit di
Sumatera Barat.
"Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun 2.603 unit huntap, terdiri atas 1.103 unit di Sumatera Utara, 1.000 unit di Aceh, dan 500 unit di Sumatera Barat," ujar Tito.
Huntap Harus Berada di Lokasi AmanMenurut Tito, pembangunan huntap bukan hanya mengenai penyediaan rumah baru bagi masyarakat terdampak bencana.
Pemerintah juga memastikan setiap penyintas mendapatkan hunian di lokasi yang aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, proses pembangunan didahului dengan verifikasi penerima bantuan, kajian keamanan lokasi, serta dialog dengan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hunian yang dibangun tidak hanya layak ditempati, tetapi juga mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat apabila terjadi bencana di kemudian hari.
Melalui percepatan pembangunan 44.121 huntap tersebut, pemerintah menargetkan proses pemulihan permanen pascabencana Sumatera dapat berjalan lebih cepat sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal bagi para penyintas.