digtara.com -Empat orang wisatawan mancanegara melaporkan ke Polres Manggarai Barat terkait pembatalan sepihak dan minimnya respons komunikasi dari pihak agen perjalanan (travel agent) pelayaran rute Labuan Bajo menuju Lombok yang beroperasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Aparat keamanan dari Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat pun turun tangan memediasi pengaduan tersebut.
Mediasi dilakukan di ruang Unit Wisata Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat sejak Selasa (4/8/2026) siang hingga Rabu (5/8/2026) dinihari.
Pihak travel agent akhirnya bertanggung jawab dengan mengembalikan dana (full refund) sebesar Rp 14 juta kepada para wisatawan.
Empat turis asing yang terdiri dari tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol—salah satunya atas nama Luna Arroyo Juan Maria—serta satu WNA asal Kolombia tersebut sebelumnya mendatangi Mapolres Manggarai Barat.
Mereka mengadukan kendala komunikasi karena pihak agen perjalanan sukar dihubungi menjelang jadwal keberangkatan kapal yang kian dekat.
Baca Juga: Periksa 45 Saksi Terkait Kasus Dokter Icha, Polda NTT Segera Gelar Perkara
Anggota Unit Wisata Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat langsung mendata dokumen perjalanan para
wisatawan dan melakukan penelusuran kontak resmi pengelola travel agent.
Dari hasil klarifikasi, terungkap bahwa keterlambatan respons dari agen perjalanan dipicu oleh kendala teknis tak terduga.
Kapal yang sedianya diplot mengangkut para wisatawan mengalami kerusakan mesin di kawasan perairan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga gagal berlayar menuju pelabuhan Labuan Bajo.
Guna menyelesaikan persoalan secara berimbang, petugas memfasilitasi forum mediasi yang mempertemukan pihak penyedia jasa dan para wisatawan asing tersebut secara transparan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang melalui Kasat Pamobvit, Iptu I Komang Agus Budiawan menegaskan bahwa tindakan cepat jajarannya merupakan komitmen Polri memberikan jaminan rasa aman, nyaman, dan perlindungan hukum bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.
"
Labuan Bajo merupakan etalase pariwisata Indonesia di mata internasional. Ketika ada
wisatawan mancanegara yang menghadapi kendala pelayanan atau merasa dirugikan, personel kami di lapangan diwajibkan bergerak cepat, responsif, dan humanis untuk mencari solusi berkeadilan (win-win solution)," ujar Iptu Komang saat dikonfirmasi pada Jumat (7/8/2026).
Kasat Pamobvit mengapresiasi sikap kooperatif penyedia jasa perjalanan yang bersedia mengakui kendala operasionalnya serta menyelesaikan seluruh kewajiban pengembalian dana secara utuh tanpa mencederai hak konsumen.
"Kami mengapresiasi pihak travel agent yang bersikap kooperatif dan bertanggung jawab mengembalikan hak wisatawan secara penuh sebesar Rp 14 juta. Kehadiran Polri di sini adalah sebagai penengah dan penjamin agar transparansi serta keadilan dapat dirasakan oleh kedua belah pihak," tambahnya.
Ia mengingatkan seluruh pelaku industri pariwisata dan asosiasi travel agent di Manggarai Barat untuk terus memperkuat sistem komunikasi krisis (crisis communication) secara profesional.
Baca Juga: Penyidik Polda NTT Minta Keterangan Saksi Ahli Dokter Tri Maharani
"Kendala teknis seperti kerusakan mesin kapal memang bisa terjadi dalam dunia pelayaran, namun sistem komunikasi kepada
wisatawan tidak boleh terputus. Jangan biarkan
wisatawan berspekulasi atau merasa ditelantarkan. Polres Mabar bersama instansi terkait akan terus memperketat pengawasan agar standar pelayanan pariwisata di
Labuan Bajo tetap terjaga dengan integritas tinggi," tegas Kasat Pamobvit.
Pihak
wisatawan asing menyatakan memahami kondisi force majeure terkait kerusakan mesin kapal setelah mendapatkan penjelasan transparan dan penerimaan dana pengembalian secara tunai/transfer.
Salah satu perwakilan wisatawan asal Spanyol, Luna Arroyo Juan Maria, menyampaikan rasa lega dan terima kasih yang mendalam atas dedikasi serta pertolongan jajaran Kepolisian Resor Manggarai Barat.
"Ini adalah uang yang telah saya bayarkan untuk perusahaan, dan pihak kepolisian telah membantu kami. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang luar biasa ini," kata Luna Arroyo Juan Maria.