digtara.com -Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa melakukan patroli perbatasan di wilayah dusun Asulait desa Sadi, kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu akhir pekan lalu.
Patroli perbatasan ini diikuti Kasat Samapta, Kaur Bin Ops Samapta, Kapolsek Tasifeto Timur dan anggota serta Kanit Turjawali Sat Samapta dan anggota.
Mengambil titik star di Mapolres Belu pukul 09.00 wita , Kapolres Belu bersama rombongan menggeber sepeda motor menyusuri wilayah kota Atambua, hingga tiba di dusun Asulait, desa Sadi, kecamatan Tasifeto Timur.
Sepanjang perjalanan, Kapolres Belu dan rombongan beberapa kali melewati sungai, menerjang jalan bebatuan bahkan berjalan kaki menuju dusun Asulait, desa Sadi yang berbatasan langsung dengan wilayah Distrik Bobonaro, Timor Leste.
Meskipun menemui medan menantang, tak menghalangi Kapolres Belu dan rombongan dalam melaksanakan patroli perbatasan sekaligus silaturahmi dengan warga dusun Asulait.
Setelah tiba di kampung warga, Kapolres Belu beserta rombongan bergerak dari rumah ke rumah (door to door), memberikan bantuan bendera merah putih dan juga sembako kepada warga setempat.
Baca Juga: Polres Belu-PNTL Bahas Pencegahan Kejahatan di Wilayah Perbatasan
Selain bagi-bagi
bendera merah putih kepada masyarakat,
Kapolres Belu juga turun langsung memasang
bendera merah putih di sejumlah rumah warga yang belum mengibarkan
bendera merah putih serta mengganti
bendera merah putih yang lusuh dengan yang baru.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa mengungkapkan, selain memastikan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan, patroli ini digelar untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, dalam diri masyarakat menjelang peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026.
Patroli cipta kondisi ini untuk memberikan jaminan rasa aman dan memastikan situasi Atambua dan wilayah di perbatasan dalam keadaan kondusif khususnya menjelang HUT RI tahun ini.
Hasil pengamatan di lapangan, situasi secara umum aman terkendali.
"Bertepatan dengan momen HUT RI, kami sekaligus bersilaturahmi ke rumah-rumah warga dengan membagikan
bendera merah putih dan sembako karena banyak rumah yang belum memasang
bendera merah putih padahal peringatan HUT RI sudah dekat," kata
Kapolres Belu.
Mengenai masih rendahnya kesadaran masyarakat mengibarkan bendara merah putih, Kapolres Belu mengungkapkan bahwa penyebab lainnya adalah masih kurangnya masyarakat menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi tegaknya NKRI.
Padahal sejak awal Agustus, sudah ada edaran dari pemerintah untuk mengibarkan bendera merah putih.
"Begitu juga dari anggota saya yang aktif ajak masyarakat guna melakukan hal yang sama," tandas Kapolres.
Disebutkan kalau pihaknya turun membagikan bendera bahkan langsung dipasang di depan rumah warga dengan harapan dengan kegiatan yang digalakkan ini, bisa menggerakkan hati masyarakat untuk lebih menghargai dan mencintai merah putih yang sudah diperjuangkan susah payah oleh pendahulu.
Baca Juga: Polres Belu-PNTL Bahas Pencegahan Kejahatan di Wilayah Perbatasan