digtara.com -Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengambil langkah antisipatif lasca kematian mendadak ratusan ekor sapi beberapa waktu lalu.
Pemda Kabupaten TTS melaksanakan vaksinasi sekaligus pemberian suplemen daya tahan tubuh bagi ternak warga.
Kegiatan ini berlangsung sejak Senin, 3 Agustus 2026 hingga Jumat, 7 Agustus 2026 lalu
Vaksinasi dan pemberian suplemen pada ternak sapi ini menyasar wilayah-wilayah yang terdampak antara lain Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, serta Desa Kuanoel, Desa Fatumnasi, dan Desa Nenas di Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, drh. Jhon Marthen Johanis K. Banunaek menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus kematian ternak yang lebih luas menyusul peristiwa yang terjadi pada akhir Juni 2026 lalu.
Pihaknya mengerahkan tim ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan terapi suportif berupa pemberian vitamin dan antibiotik kepada sapi-sapi milik warga yang masih bertahan hidup.
Baca Juga: Total 49 Ekor Sapi Milik Warga Di Desa Tunua-Kabupaten TTS Mati Karena Kedinginan
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kematian
ternak sapi secara susulan.
Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (3/8/2026), tim berhasil melayani sebanyak 132 ekor sapi.
Hingga hari terakhir pelaksanaan pada Jumat, 7 Agustus 2026, jumlah ternak yang telah mendapat pelayanan bertambah menjadi 149 ekor.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 281 ekor sapi telah mendapatkan pelayanan vaksinasi dan pemberian vitamin selama masa kegiatan tersebut.
Kadis menjelaskan bahwa pemberian vaksin dan vitamin ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan serta daya tahan tubuh sapi agar terhindar dari serangan penyakit, mengingat kondisi cuaca di Kabupaten TTS hingga saat ini masih berupa curah hujan tinggi, kabut tebal, dan suhu yang cukup dingin yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ternak.
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ternak, agar segera melaporkan setiap adanya gejala atau kejadian serupa kepada petugas lapangan setempat untuk segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, sehingga dapat mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar.