digtara.com -Agatha Lotu (44), seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Belu, NTT ditemukan meninggal dunia pada Minggu (9/8/2026).
Jasad korban yang juga warga Dusun Oeoan, Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu ditemukan di
Kali Mati yang berada di belakang rumah korban
Korban sebelumnya pergi dari rumah pada Sabtu (8/8/2026) pagi sebelum suami korban, Yoseph Atok (49) pergi menggembalakan sapi di hutan.
Saat Yoseph ke hutan menggembalakan ternak sapi pada Sabtu pagi, korban masih berada di rumah.
Hingga sore hari, saat Yoseph kembali dari menggembalakan sapi, korban tidak berada di rumah.
Yoseph mencari korban ke rumah keluarga korban tidak jauh dari rumah mereka,, namun korban tidak ditemukan.
Baca Juga: IRT di Sumba Tengah Terlibat Kasus Pembunuhan
Karena hari sudah malam, pihak keluarga tidak melanjutkan pencarian dan melanjutkan pencarian pada keesokan harinya, Minggu (9/8/2026).
Pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WITA, Mateus Mali mencari korban di sekitar Dusun Oeoan dan rumah keluarga korban.
Saat mencari, Mateus menemukan korban di Kali Mati, yang berada di belakang rumah korban dengan jarak kurang lebih 50 meter dari rumah korban.
Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dalam genangan air dengan kondisi tidak menggunakan pakaian.
Mateus kemudian memberitahukan kepada pihak keluarga dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Tasifeto Timur.
Kasat Reskrim olres Belu, AKP Rahmat Hidayat bersama Kapolsek Tasifeto Timur dan anggota, Kanit Pidum, Kaur identifikasi dan anggota Pidum Polres Belu langsung ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP
Usai olah TKP, jenazah korban langsung dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua untuk visum luar.
Hasil visum luar oleh dr. Salvador bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan.
Korban dipastikan meninggal dunia kurang dari 1x24 jam sebelum ditemukan.
Keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi
Baca Juga: Pergi dari Rumah Karena Masalah Hutang, IRT di Sikka Tinggalkan Sepucuk Surat Pihak keluarga mengakui kalau korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu kemungkinan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.