digtara.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2026 di Kupang, NTT digelar melalui gerakan nasional 81 aksi kehutanan.
Selain untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, aksi ini juga untuk memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
Aksi ini sebagai bagian dari agenda nasional di bidang konservasialam dengan tema "Konservasi Alam : Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia"
Baca Juga: Polres Manggarai Barat Limpahkan Lagi Berkas Perkara Pencabulan Pada Anak Melibatkan ABH Penanaman ratusan anakan mangrove ini dilakukan pada Senin (10/8/2026) di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Kegiatan dipi
mpin Kepala Balai Besar Konservasi Su
mber Daya Ala
m (BKSDA) NTT, Adhi Nurul Hadi dihadiri kelo
mpok
masyarakat Dalek Esa pi
mpinan Jhoni Messakh dan 21 anggota, Kepala Desa Tanah Merah Kapolsek, Kora
mil dan Ca
mat
Kupang Tengah, BPDAS Noel
mina, generasi baru Indonesia dan UPP.
Adhi Nurul Hadi pada kesempatan tersebut mengungkapkan kalau kegiatan menanam digelar dalam rangkaian peringarab HUT RI dan road to hari konservasi alam nasional.
Baca Juga: Hilang Satu Hari, IRT di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Kali Mati
Aksi di TWAL Teluk Kupang Desa Tanah Merah merupakan kegiatan yang menjadi bagian penanaman serentak secara nasional oleh Kementerian Kehutanan RI yang dipusatkan di Muara Angke, Jakarta.
"Ini jadi bagian kegiatan penting sebagai harmonisasi dengan alam dan upaya menjaga dan mencegah kerusakan ekosistem di arena mangrove," ujarnya.
Disebutkan bahwa mangrove merupakan bagian penting dan kegiatan pesisir.
Baca Juga: Ternak Sapi Mati Mendadak, Pemda TTS Gencarkan Vaksinasi dan Pemberian Vitamin ke Wilayah Terdampak
Untuk itu ia berpesan agar aksi penanaman harus diikuti dengan perawatan tanaman.
"Penana
man sebanyak apapun tapi tidak dirawat
maka tidak opti
mal," pesannya sa
mbil berpesan perlunya
monitoring perawatan tana
man.
Pihaknya berharap penuh harus ada jaminan kehidupan tanaman yang ditanam. "(Aksi) jadi pahala dan menjadikan sumber daya alam kita menjadi lebih baik," ujarnya.
Baca Juga: Dilaporkan Hilang Sepekan dari Rumah, Dua Remaja Perempuan di Manggarai Ditemukan Selamat
Selain penanaman mangrove juga akan ada kegiatan lanjutan seperti pelepasliaran satwa dan kegiatan kampanye di sekolah-sekolah serta sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat.
Aksi penanaman merupakan kegiatan permulaan diikuti dengan pembersihan sampah di TWA Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.
Dalam pekan ini juga digelar kunjungan dan sosialisasi di sekolah Garuda di Soe, Kabupaten TTS.
Baca Juga: Edukasi dan Sosialisasi Cara Sat Resnarkoba Polres Sumba Timur Cegah Peredaran Gelap Narkoba
Kegiatan dilanjutkan dengan aksi donor darah dan pembagian sembako di BPKH Wilayah 14 Kupang pada Kamis (13/8/2026) mendatang serta partisipasi dalam pameran pembangunan.
"Mudah-
mudahan kegiatan
menjadi lebih baik dan
me
mberi berkah bagi
masyarakat dan su
mber daya ala
m," tandasnya.
Ketua Kelompok masyarakat Dalek Esa, Jhoni Messakh mendukung penuh upaya ini dan siap membantu merawat ratusan mangrove yang baru ditanam.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 10 Agustus 2026 Ia juga berterima kasih kepada Balai Besar KSDA NTT dan jajaran sehingga kawasan Teluk Kupang di Desa Tanah Merah terhindar dari abrasi karena banyaknya tanaman mangrove
Pokmas pimpinannya pun rutin menyemaikan anakan mangrove dari biji yang ada untuk selanjutnya ditanam pada lahan yang ditentukan.