KPK Ajarkan Nilai Integritas Bagi Ratusan Siswa SDK Delo Sumba Barat Daya

Imanuel Lodja - Selasa, 11 Agustus 2026 16:28 WIB
ist
Ratusan siswa SD di Sumba Barat Daya mengikuti kegiatan dengan KPK

digtara.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi hingga satuan pendidikan di daerah melalui program KPK Mengajar.

Kali ini, KPK mengajak 149 siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Delo, Desa Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengenal nilai integritas melalui kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menempatkan kejujuran dan keberanian sebagai dua nilai penting dalam pembentukan karakter anak.

Pesan antikorupsi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian peserta didik, sehingga integritas tidak hanya dikenalkan sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sikap yang dapat dipraktikkan sejak dini.

"Kami ingin mengajarkan dan mengingatkan kembali tentang kejujuran. Karena ini adalah inti utama yang harus kita tanamkan dari diri kita. Selain itu juga keberanian dan nilai-nilai antikorupsi lainnya," ujar Medio, Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK

KPK menjelaskan, membangun integritas tidak selalu harus dimulai dari hal-hal yang kompleks.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Guru Perempuan di Kabupaten Sumba Barat Daya Naik ke Tahap Penyidikan

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, seperti berkata dan bertindak jujur, berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menghormati hak orang lain.

Kejujuran menjadi salah satu fondasi penting karena membentuk pribadi yang dapat dipercaya.

Adapun keberanian dibutuhkan agar seseorang mampu mempertahankan kebenaran, termasuk berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang bertentangan dengan nilai integritas.

Melalui KPK Mengajar, nilai-nilai tersebut diperkenalkan dalam konteks kehidupan peserta didik.

Pendekatan ini diharapkan membantu siswa memahami bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai dari pilihan-pilihan sederhana yang mereka lakukan setiap hari.

Sekolah memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Bersama keluarga dan lingkungan masyarakat, sekolah menjadi ruang untuk membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter siswa melalui nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keberanian, dan kepedulian.


Kehadiran KPK di SDK Delo juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan antikorupsi ke berbagai daerah.

Program ini mendorong agar pesan integritas tidak hanya menjangkau satuan pendidikan di pusat-pusat perkotaan, tetapi juga hadir di lingkungan pendidikan daerah.

KPK berharap pengenalan nilai-nilai antikorupsi sejak bangku sekolah dapat menjadi bagian dari proses panjang membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter kuat.

Dengan pembiasaan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga kejujuran, bertanggung jawab atas tindakannya, dan memiliki keberanian untuk mempertahankan nilai yang benar.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari pemberantasan korupsi yang tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan dan pembangunan budaya integritas.

Prosesnya dimulai dari lingkungan terdekat dan kebiasaan sehari-hari, termasuk dari bangku sekolah.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Guru Perempuan di Kabupaten Sumba Barat Daya Naik ke Tahap Penyidikan

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Kadin Sumut dan KPK Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dalam Pelayanan AMDAL

Nusantara

Satlantas Polres Sumba Barat Daya Anjangsana ke Kediaman Mantan Kasat Lantas Pertama

Nusantara

Pelaku Pencurian di Sumba Barat Daya Diamankan Polisi

Nusantara

BREAKING NEWS!Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Nusantara

Kasus Penembakan Oleh Mahasiswa di Sumba Barat Daya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Dua Petani di Sumba Barat Daya Tewas Dibacok Parang Saat Acara Adat