Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya

Imanuel Lodja - Jumat, 14 Agustus 2026 09:05 WIB
ist
Sakit Hati Sering Direndahkan Jadi Alasan Siswa SMK Pelayaran Lasiana Tikam Gurunya

digtara.com -"Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati".

Ungkapan ini disampaikan ABG alias Abraham (16), siswa tingkat II jurusan Nautika Kapal Niaga SMK Pelayaran Lasiana, Kota Kupang di Mapolsek Kota Lama pada Kamis (13/8/2026) petang.

Abraham mengaku kalau alasan itulah yang membuatnya nekat menikam Soleman Malo alias Eman (27), guru SMK Pelayaran, Kota Kupang sehingga mengalami sejumlah luka di kepala.

Abraham sendiri baru dua tahun di Kota Kupang. Pasca tamat dari SMP di Kabupaten Alor, ia ke Kupang dan diterima di SMK Pelayaran Lasiana, Kota Kupang.

Abraham, warga Padang Tekukur, Desa Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor ini memilih tinggal di kost di Jalan Anggrek nomor 2, Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Sementara rekannya yang lain tinggal di asrama. Korban yang juga guru Bahasa Inggris pun tinggal di asrama di kompleks SMK Pelayaran Lasiana.

Baca Juga: Kurang dari 12 Jam, Polsek Kota Lama Bekuk Siswa Pelaku Penikaman Guru SMK Pelayaran Lasiana

Sambil menangis, Abraham mengaku kalau ia dan beberapa rekannya sudah lama memendam rasa sakit hati akibat perkataan korban yang sering merendahkan mereka.

"Saya sakit hati dan dendam karena korban sering merendahkan kami apalagi kami dari daerah. bukan saya saja yang tidak suka dengan korban tapi banyak teman yang tidak suka dengan dia," tandasnya.

Rasa sakit hati memuncak pada Rabu (12/8/2026) saat korban kembali melontarkan kalimat yang dinilai terduga pelaku menghina dirinya dan keluarganya.

Pada Rabu tengah malam, terduga pelaku mengambil pisau dapur dari tempat kost kemudian ke asrama SMK Pelayaran Lasiana mencari korban.

Terduga pelaku mengaku sempat mengetuk pintu kamar korban namun tidak dibukakan. "saya ketuk pintu kamar tapi tidak dibuka jadi saya dobrak pintu kamar hingga terbuka," ujarnya saat ditemui di Polsek Kota Lama pada Kamis (13/8/2026) petang.

Terduga pelaku pun langsung menikam korban beberapa kali. Usai menikam korban, terduga pelaku memilih kabur dan melarikan diri.

Saat bersamaan, beberapa penghuni asrama dan warga di sekitar SMK Pelayaran Lasiana mengetahui kejadian ini setelah mendengarkan teriakan minta tolong dari kamar korban.

Warga berusaha mengejar terduga pelaku sehingga ia memilih melarikan diri dan membuang pisau dapur yang digunakan menikam korban.

"Setelah kejadian, masyarakat kejar saya sehingga saya kabur sambil bawa pisau dan saya buang. Saya tidak tahu persis pisau saya buang dimana," tandas Abraham.

Abraham mengakui kalau ia sudah lama sakit hati dengan sikap korban. Ia dan beberapa kawannya pun tidak dengan dengan sikap korban yang sering meremehkan dan merendahkan mereka.

Baca Juga: Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi

"Tidak ada niat lain, saya hanya sakit hati jadi saya ambil pisau dapur di kost dan cari korban di asrama lalu saya tikam dengan pisau," tandasnya.


Abraham mengaku menyesali perbuatannya tersebut dan siap menerima konsekuensi dari perbuatannya tersebut. "Saya siap bertanggung jawab karena sudah terjadi," ujarnya.

Soleman Malo alias Eman (27), guru SMK Pelayaran, Kota Kupang ditikam dalam kamar tidur saat tidur pada Rabu (12/8/2026) tengah malam.

Saat datang, pelaku menutup wajahnya dengan kaos SMK Pelayaran.

Peristiwa ini terjadi di asrama SMK Pelayaran Lasiana Kupang, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kasus penganiayaan ini dilaporkan Juvriano Daniel Laga (49) dengan laporan polisi nomor: LP/B/178/VIII/2026/SPKT/Polsek Kota Lama/Polresta Kupang Kota/Polda NTT, tanggal 13 Agustus 2026,

Umbu Henci Hama Duna Nahak (15), salah satu pelajar kelas 1 SMK Pelayaran Lasiana Kupang yang juga tinggal di asrama SMK Pelayaran Kupang saat itu sedang beristirahat dengan rekan-rekannya.

Baca Juga: Kurang dari 12 Jam, Polsek Kota Lama Bekuk Siswa Pelaku Penikaman Guru SMK Pelayaran Lasiana

Rekannya Sandara Kota datang menggedor pintu kamar asrama sambil berteriak memanggil untuk membantu melihat korban.

Umbu bersama teman-temannya langsung keluar kamar ke kamar korban. Korban langsung meminta tolong untuk membuka pintu kamarnya.

Anak asrama langsung membuka pintu kamar korban dan melihat korban berlumuran darah sambil menutup kepala.

Umbu bersama teman-teman lainnya membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang menggunakan mobil warga sekitar untuk dilakukan tindakan medis.

Pengakuan yang sama disampaikan Wilhelmus Woga (29), salah satu guru di SMK Pelayaran Kupang.mengaku kalau beberapa saat sebelum kejadian, korban mengirim pesan whatsapp ke handphone Wilhelmus

Korban mengabarkan kalau ada orang masuk ke sekolah dengan membawa pisau.

Wilhelmus sempat membalas bertanya siapa yang datang. Korban membalas kalau yang datang adalah orang luar. Wilhelmus meminta korban memanggil Iksan, namun tidak ada lagi balasan dari korban.


Wilhelmus kemudian ke SMK Pelayaran Lasiana Kupang untuk mengecek korban.

Saat tiba di lokasi tersebut, ia melihat percikan darah di depan pintu kamar dan dalam kamar korban serta di lapangan asrama SMK Pelayaran Kupang.

Ia juga mendapat Informasi dari anak-anak SMK Pelayaran lasiana Kupang bahwa korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Di RSUD SK Lerik Kota Kupang, tim medis melakukan tindakan medis terhadap luka korban di kepala.

Korban mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan mendapat 11 jahitan serta luka robek pada kepala sebelah kiri sebanyak 13 jahitan.

Baca Juga: Kurang dari 12 Jam, Polsek Kota Lama Bekuk Siswa Pelaku Penikaman Guru SMK Pelayaran Lasiana

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Kurang dari 12 Jam, Polsek Kota Lama Bekuk Siswa Pelaku Penikaman Guru SMK Pelayaran Lasiana

Nusantara

Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi

Nusantara

Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan

Nusantara

Guru SMK Pelayaran Kupang Diduga Ditikam Siswa Saat Tidur

Nusantara

Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera

Nusantara

Warga Resah Dengan Keributan Penghuni Hotel di Kupang, Polisi Turun Tangan