digtara.com -Aksi bagi bendera kembali dilakukan anggota Polri dari Direktorat Polairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Markas Unit (Marnit) Sumba Timur.
Kali ini, crew KP Pulau Palue-XII-3006 dan crew KP Pulau Semau-XII-3012 membagikan
bendera merah putih kepada sejumlah nelayan dan warga di Pelabuhan Rakyat Waingapu, Kabupaten Sumba Timur pada Rabu (12/8/2026).
Anggota Polairud mendatangi perahu dan kapal nelayan di sekitar pelabuhan rakyat kemudian membagikan bendera merah putih.
Tidak hanya membagikan bendera merah putih tersebut, anggota Polairud membantu pemasangan bendera merah putih pada kapal-kapal nelayan.
Usai pemasangan bendera merah putih, suasana menjadi semarak karena semua kapal nelayan dilengkapi dengan bendera merah putih.
Umbu Zainal (45), salah satu nelayan di pelabuhan rakyat Waingapu berterima kasih dengan perhatian dan kepedulian aparat Polairud.
Baca Juga: Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang
Ia mengaku kesibukannya melaut dan mencari ikan membuatnya tidak sempat memikirkan untuk melengkapi perahunya dengan
bendera merah putih.
"Kami sampai lupa kalau ini sudah bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan kita. Terima kasih Polairud yang sudah memberikan perhatian kepada kami dengan bantuan bendera merah putih bahkan membantu memasang bendera merah putih pada perahu kami," ujar warga Kambaniru ini.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menyebutkan kalau pembagian dan pemasangan bendera merah putih kepada kapal- kapal nelayan dilakukan dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81 tahun 2026.
"Selain menjaga keamanan di laut, kami juga peduli pada nelayan yang ada dengan membagikan
bendera merah putih untuk dipasang pada kapal nelayan sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Kombes Irwan Deffi Nasution.
Ia juga mengapresiasi anggota di lapangan yang melakukan hal sederhana namun sangat bermakna terutama bagi masyarakat dan nelayan.
Direktur Polairud Polda NTT tetap berpesan agar nelayan selalu memperhatikan keselamatan saat melaut dan memperhatikan cuaca.
Selain itu, nelayan juga diingatkan agar tidak menangkap ikan dengan bom ikan karena dapat merusak ekosistem dan bisa berakibat hukum.