digtara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul insiden ratusan siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian sementara atau suspend tersebut dilakukan melalui Surat Nomor 3662/D.TWS/08/2026 tertanggal 13 Agustus 2026.
BGN juga menjadwalkan pemeriksaan internal terhadap Kepala SPPG untuk mengetahui ada atau tidaknya dugaan pelanggaran maupun kelalaian dalam penyediaan makanan MBG.
Kepala SPPG di Karo Akan DiperiksaKepala Subbagian Tata Usaha KPPG Medan, Erdianta Sitepu, mengatakan pemeriksaan internal diperlukan untuk mendalami penyebab insiden yang membuat ratusan penerima manfaat MBG mengalami gangguan kesehatan.
"BGN telah melakukan tindakan tegas dan suspend kepada SPPG dimaksud melalui Surat Nomor 3662/D.TWS/08/2026 tanggal 13 Agustus 2026. Kepala SPPG diagendakan diperiksa internal untuk mendalami apakah ada dugaan pelanggaran atau kelalaian sehingga kejadian ini terjadi," kata Erdianta melansir suara.com, Sabtu (15/8/2026).
Selain pemeriksaan internal, BGN berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk mengusut penyebab pasti kejadian tersebut.
Baca Juga: Ketua LP Ma'arif NU Jateng Apresiasi Putusan MK Perihal Larangan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan untuk MBG
Sampel Makanan MBG Diperiksa di MedanBGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karo telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
Sampel tersebut kemudian dikirim ke Medan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat membantu memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
"Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk pengambilan sampel. Sampel sudah dikirim ke Medan untuk diperiksa," ujar Erdianta.
Kondisi Siswa Berangsur MembaikErdianta memastikan para siswa yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo.
Menurutnya, kondisi para korban berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan.
"Penanganan sudah dilakukan oleh tim kesehatan di masing-masing fasilitas kesehatan dengan penanganan yang terbaik. Kondisi kesehatan korban berangsur pulih," katanya.
256 Siswa Diduga Terdampak Keracunan
MBGSebelumnya, sekitar 256 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan
Berastagi dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu
MBG pada Kamis (13/8/2026).
Ketiga sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1
Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB atau saat jam makan siang.
"Kejadiannya pas jam makan siang lah, jam satu," kata Zulkarnain.
Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain gatal pada mulut, gatal pada kulit, hingga sesak napas.
Ikan Dencis Gulai Diduga Jadi Sumber MasalahMenu MBG yang disantap para siswa terdiri dari sayur wortel dan kol, ikan dencis gulai, serta sambal.
Baca Juga: Ketua LP Ma'arif NU Jateng Apresiasi Putusan MK Perihal Larangan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan untuk MBG Berdasarkan dugaan sementara, lauk ikan dencis menjadi salah satu makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gangguan kesehatan tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Diperkirakan itu dari ikan dencis, itu perkiraan sementara," kata Zulkarnain.
Dengan dihentikannya sementara operasional SPPG dan dilakukannya pemeriksaan sampel makanan, BGN masih menunggu hasil investigasi untuk menentukan langkah selanjutnya terkait penyediaan program MBG di wilayah tersebut.