digtara.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pendidikan antikorupsi ke lingkungan sekolah melalui penanaman nilai integritas sejak usia dini.
Melalui program KPK Mengajar, KPK hadir di SMP-SMK Deo Gloriam, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT pada Selasa (11/8/2026) lalu, untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perilaku antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 yang memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya.
Tahun ini, JNBA mengusung tema 'Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas', yang merefleksikan komitmen untuk membangun budaya integritas secara inklusif hingga ke berbagai penjuru Indonesia, termasuk wilayah timur.
Melalui KPK Mengajar, para peserta didik diajak memahami bahwa integritas bukan sekadar konsep, melainkan nilai yang perlu diwujudkan melalui tindakan sehari-hari.
Kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, serta keberanian untuk mengatakan dan melakukan hal yang benar menjadi bagian penting dalam membentuk karakter antikorupsi.
Baca Juga: Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan
Pesan tersebut juga diarahkan pada pentingnya membangun awareness atau kesadaran terhadap perilaku koruptif sejak dini, termasuk praktik korupsi skala kecil atau petty corruption yang kerap dianggap sepele.
Perilaku seperti menyontek, berbohong, mengambil sesuatu yang bukan hak, memanipulasi informasi, atau membiarkan ketidakjujuran terjadi di lingkungan sekitar merupakan contoh perilaku yang perlu dikenali sejak dini.
Meskipun terlihat sederhana, pembiaran terhadap perilaku tersebut dapat membentuk sikap permisif dan pada akhirnya berkembang menjadi kebiasaan yang lebih besar.
Karena itu, pendidikan antikorupsi tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai definisi dan bentuk-bentuk korupsi.
Lebih dari itu, pendidikan antikorupsi diharapkan mampu membangun kesadaran dan keberanian generasi muda untuk menolak perilaku tidak jujur, sekaligus membiasakan diri bertindak sesuai nilai integritas.
Kehadiran KPK di Sumba Barat Daya juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan bahwa pembangunan budaya anti korupsi merupakan tanggung jawab bersama.
KPK tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas korupsi, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda sebagai penerus bangsa.
Dalam konteks tersebut, tema Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat anti korupsi tumbuh di seluruh penjuru negeri.
Nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat, seperti gotong royong, kepedulian, kebersamaan, dan kejujuran, merupakan modal sosial yang dapat terus diperkuat untuk membangun budaya integritas.
Melalui KPK Mengajar di SMP-SMK Deo Gloriam, KPK berharap para peserta didik tidak berhenti pada pemahaman tentang apa itu korupsi, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
Dari Sumba Barat Daya, KPK mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari gerakan bersama membangun Indonesia yang berintegritas.
Sebab, pemberantasan korupsi tidak hanya dimulai dari penindakan terhadap korupsi, tetapi juga dari keberanian setiap individu untuk membangun kebiasaan jujur dan menolak perilaku koruptif sejak dini.
Baca Juga: Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan