Kapolda NTT Minta Seluruh Kapolres di Flores Bantu Warga Berdampak Gempa

Imanuel Lodja - Sabtu, 15 Agustus 2026 12:30 WIB
ist
Kapolda NTT Minta Seluruh Kapolres di Flores Bantu Warga Berdampak Gempa

digtara.com -Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).

Jajaran Polda NTT bergerak cepat melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Irjen Pol Rudi Darmoko pun memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah yang terdampak terutama di Flores untuk segera turun bersama stakeholder terkait.

"Kondisi sampai saat ini kita masih melakukan evakuasi. Kita telah memerintahkan seluruh Kapolres yang wilayahnya terdampak gempa ini untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait," ujar Irjen Pol Rudi Darmoko pada Sabtu siang di Mapolda NTT.

Tahap awal penanganan, penyelamatan masyarakat menjadi hal yang paling diutamakan.

Sementara untuk jumlah korban dan kerusakan, proses pendataan masih berlangsung karena petugas menghadapi kendala komunikasi di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan

"Jadi kita utamakan penyelamatan dulu, sedangkan untuk data-data kami masih menghimpun karena masih terkendala dengan masalah komunikasi," katanya.

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko juga berencana menuju sejumlah wilayah terdampak untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan proses penanganan di lapangan.

Namun, rencana tersebut masih menyesuaikan kondisi penerbangan karena sejumlah bandara di Pulau Flores belum memungkinkan untuk didarati pesawat.

"Rencananya siang ini kami juga akan menuju lokasi apabila sudah memungkinkan karena beberapa bandara yang belum bisa didarati oleh pesawat," jelasnya.

Terkait wilayah yang terdampak, Kapolda mengatakan proses pemetaan dan pendataan masih dilakukan.

Komunikasi dengan sejumlah Kapolres di daratan Flores juga masih mengalami kendala akibat jaringan komunikasi yang terputus.

"Untuk daerah-daerah yang terdampak, saat ini kami masih mendata. Komunikasi dengan Kapolres daratan Flores juga masih sulit karena terputus jaringan," ungkapnya.

Di tengah kondisi darurat, Kapolda memastikan seluruh jajaran kepolisian di wilayah Pulau Flores yang terdampak gempa berada dalam kondisi selamat.

"Alhamdulillah saya sudah memerintahkan seluruh jajaran di Pulau Flores yang terdampak gempa. Puji Tuhan, mereka semuanya dalam keadaan sehat," ujar Irjen Pol Rudi.

Personel kepolisian yang berada di wilayah terdampak langsung menjalankan tugas kemanusiaan.

Baca Juga: Lima Warga Meninggal Pasca Gempa M7,7 Nagekeo, Forkopimda NTT Terbang ke Flores

Mereka membantu mengevakuasi masyarakat, memberikan pertolongan, mencari korban serta melakukan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

Kapolda juga telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran untuk membentuk posko-posko bantuan di lokasi yang aman.

"Saya juga sudah perintahkan Kapolres jajaran untuk membentuk posko-posko bantuan, mencari tempat yang aman untuk membangun posko bantuan," katanya.

Irjen Pol Rudi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mencari tempat yang aman.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencari tempat yang aman," tegasnya.


Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir.

Peringatan dini IV atau pengakhiran dikeluarkan pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 Wita.

Dengan demikian, peringatan dini tsunami berakhir setelah berlangsung selama 2 jam 31 menit 30 detik sejak gempa terjadi.

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diminta mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG dan arahan petugas di lapangan.

Aktivitas kegempaan masih berlanjut setelah gempa utama. Berdasarkan informasi BMKG hingga pukul 10.00 Wita, tercatat sebanyak 111 kali gempa susulan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas atau pihak berwenang.

Baca Juga: Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan

Kapolda NTT memastikan personel kepolisian akan terus berada di tengah masyarakat untuk membantu proses evakuasi dan penanganan dampak gempa.

Di tengah kendala komunikasi dan akses menuju sejumlah wilayah, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD dan seluruh stakeholder terkait terus bergerak untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan.

"Yang utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kita terus melakukan evakuasi, membantu masyarakat dan mencari korban," pungkas Irjen Pol Rudi Darmoko.

Penanganan darurat akan terus dilakukan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak dapat dipastikan aman, sementara data korban dan kerusakan akan diperbarui secara bertahap berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Dua Warga di Kabupaten Lembata-NTT Jadi Korban Gigitan Anjing

Nusantara

Di Sumba Barat Daya-NTT, KPK Perluas Jaringan Anti Korupsi Hingga ke Sekolah

Nusantara

Kendaraan Roda Empat di TTU Hanya Dibolehkan Isi BBM di SPBU 120 Liter Per Hari

Nusantara

Listrik di Nagekeo Masih Padam Dan Pasien Rumah Sakit Dipindahkan ke Tenda Darurat

Nusantara

Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan

Nusantara

Lima Warga Meninggal Pasca Gempa M7,7 Nagekeo, Forkopimda NTT Terbang ke Flores