digtara.com -Sekitar 468 orang warga Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengungsi pasca gempa Flores, Sabtu (15/8/2026).
Ratusan pengungsi saat ini berada di Posko pengungsian Polres Manggarai Timur.
Mereka terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari lanjut usia (lansia), orang dewasa, anak-anak hingga balita.
Polres Manggarai Timur melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Borong melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan kepada warga yang mengungsi pascagempa bumi di Posko pengungsian lapangan Polres Manggarai Timur, Sabtu malam.
Layanan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Manggarai Timur memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak bencana dan memilih mengungsi di lokasi yang telah disiapkan.
Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi, antara lain pengukuran tekanan darah serta pemberian obat-obatan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan.
Baca Juga: Kapolres Nagekeo dan Ibu Temui Warga Pengungsi Korban Gempa Flores Pastikan Terlayani Dengan Baik
Polres Manggarai Timur bersama tenaga kesehatan terus memantau kondisi kesehatan para pengungsi selama berada di posko serta memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto menegaskan bahwa selain aspek keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak bencana menjadi perhatian utama selama proses penanganan pasca
gempa.
"Kami memastikan masyarakat yang
mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak, termasuk pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan. Polres Manggarai Timur bersama tenaga kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi," ujar Kapolres pada Sabtu mallam.
Polres Manggarai Timur juga mengimbau para pengungsi untuk menjaga kebersihan lingkungan posko, menjaga kondisi tubuh, serta segera menyampaikan kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pelayanan medis.
Pelayanan kesehatan dan pemantauan terhadap pengungsi terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penanganan terpadu pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur.