digtara.com -Gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 Wita dirasakan kuat di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Data sementara hasil pemutakhiran hingga Sabtu (15/8/2026) malam pukul 22.26 Wita tercatat 19 warga meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Ke-19 korban meninggal dunia tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Kota Komba, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, Lamba Leda Selatan, Sambi Rampas dan Elar.
Sementara delapan korban luka tercatat di wilayah Kecamatan Sambi Rampas dan saat ini menjadi bagian dari penanganan petugas bersama unsur terkait.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, tempat ibadah, fasilitas umum, bangunan pemerintahan serta infrastruktur di beberapa wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Pendataan dan verifikasi kerusakan masih terus dilakukan di lapangan.
Baca Juga: Kapolres Nagekeo dan Ibu Temui Warga Pengungsi Korban Gempa Flores Pastikan Terlayani Dengan Baik
Untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan pasca
gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Posko bencana alam Kabupaten Manggarai Timur dipusatkan di Mako Polres Manggarai Timur.
Penetapan Posko bencana alam Kabupaten Manggarai Timur di Mako Polres Manggarai Timur merupakan hasil kesepakatan dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Timur.
Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dalam pemantauan situasi, penerimaan informasi, pendataan korban dan dampak bencana, serta pelaksanaan langkah-langkah penanganan di wilayah terdampak.
Selain posko utama di Mako Polres Manggarai Timur, Pemerintah Kecamatan Sambi Rampas bersama Forkopimcam juga telah membentuk posko bersama yang berlokasi di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur.
Pembentukan posko tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi antara kepolisian, pemerintah, TNI, BPBD, tenaga kesehatan serta unsur terkait lainnya dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan, pendataan, dan penanganan di wilayah terdampak," ujar Kapolres pada Sabtu malam.
Polres Manggarai Timur bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan dan memastikan proses penanganan bencana berjalan secara terpadu.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta berhati-hati saat melintasi wilayah yang rawan longsor.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menemukan kondisi yang memerlukan penanganan di wilayah masing-masing diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau posko bencana terdekat.