digtara.com -Dua orang warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT menjadi korban gempa Flores.
Kedua korban terkena runtuhan matetial saat
gempa melanda Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Kedua warga yang mengalami luka dam butuh penanganan serius masing-masing Acelin Meti, anak perempuan berusia 10 tahun dan merupakan warga Dusun Watuweko, Desa Ladulaka, Kecamatan Palue Kabupaten Sikka dan Jenilson Kornelius Ngaji )26), seorang pria yang tinggal di RT 001/RW 001, Nitung-Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka
Personil Polairud dari Markas Unit (Marnit) Sikka diberangkatkan menggunakan KP Pulau Ndao-3009 menuju pelabuhan Wuring, Kabupaten Sikka.
Anggota kemudian membawa kedua korban rujukan yang tertimpa bangunan pasca gempa bumi di wilayah kecamatan Palu'e ke Maumere guna mendapatkan layanan kesehatan yang lebih memadai.
Crew kapal Marnit Sikka pun membawa pasien rujukan yang tertimpa runtuhan akibat gempa bumi dari Palu'e menuju ke Maumere karena mengalami luka berat.
Baca Juga: Ada Gempa Susulan, Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Panik dan Minta Menginap di Tenda
Begitu tiba di Pelabuhan Wuring, kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit TC. Hillers Maumere dengan menggunakan mobil ambulance guna mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko didampingi Plh Kabid Humas, Kombes Pol Sajimin menyebutkan bawa Polri memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui Ditpolairud Polda NTT, bantuan makanan dan minuman disalurkan kepada masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka yang sempat mengalami keterisolasian.
Kapolda menegaskan, seluruh laporan mengenai masyarakat yang membutuhkan bantuan akan ditindaklanjuti, termasuk informasi yang diterima melalui media sosial.
"Jadi mendapat laporan medsos kemudian ditanggapi, kita kemudian langsung mengirim anggota," jelas Kapolda pada Minggu (16/8/2026) malam.
Perhatian Polri juga diarahkan pada kondisi psikologis korban bencana, khususnya anak-anak.
Mabes Polri mengirimkan tim kesehatan dan trauma healing yang nantinya akan berkolaborasi dengan tim trauma healing Polda NTT.
Polda NTT sendiri memiliki konselor dan terapis yang mempunyai kemampuan menggunakan metode U-SEFT (Ultimate The Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique).
Menurut Kapolda, metode tersebut telah diterapkan di sejumlah Polres, termasuk kepada anak-anak korban gempa di Kabupaten Ende.
"Tim terapis Polres Ende juga sudah mengaplikasikannya kepada anak-anak yang jadi korban bencana, karena mereka benar-benar masih trauma," ungkapnya.
Baca Juga: Polres Nagekeo Gandeng PT Indofood Siapkan Makanan Bagi Warga Terdampak Gempa Kapolri memberikan dukungan berupa satu unit pesawat CASA dari Korpolairud Baharkam Polri yang di-BKO-kan untuk mendukung transportasi selama penanganan bencana.
"Alhamdulillah sudah di-BKO-kan juga dari Korpolairud Baharkam Polri berupa satu unit pesawat CASA, sehingga untuk transportasi kami bisa sangat-sangat membantu," kata Kapolda.
Selain dukungan personel dan transportasi, Mabes Polri juga mengirimkan bantuan berupa makanan cepat saji, minuman, tenda, velbed dan obat-obatan yang selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Pulau Flores.