digtara.com -Masyarakat terutama di Flores, NTT merasakan duka mendalam akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Kepedulian dan semangat kemanusiaan terus mengalir. Salah satunya oleh pengurus dan anggota
Bhayangkari Cabang Nagekeo dengan membangun dan mengelola dapur umum bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo.
Dapur umum didirikan di Posko Terpadu Polres Nagekeo, Mako Polsek Aesesa, sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan warga yang sementara waktu harus bertahan di lokasi pengungsian.
Kegiatan kemanusiaan itu dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Nagekeo, Ny. Herma Rachmat, bersama jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.
Pengurus dan anggota Bhayangkari bergotong royong mulai dari menyiapkan bahan makanan, memasak hingga memastikan makanan siap disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Bagi Bhayangkari Cabang Nagekeo, dapur umum tersebut bukan sekadar tempat memasak.
Baca Juga: Update Gempa Flores: Total Korban Meninggal Jadi 68 Orang, Manggarai Terbanyak
Di tengah kondisi darurat, dapur itu menjadi ruang untuk menghadirkan kehangatan, kepedulian dan rasa kekeluargaan kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
"Kami ingin hadir bersama masyarakat. Di tengah kondisi seperti ini, kebutuhan makanan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Semoga apa yang kami lakukan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak gempa," ujar Ny Herma Rachmat pada Senin (17/8/2026).
Plh. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Sajimin mengapresiasi langkah kemanusiaan yang dilakukan Bhayangkari Cabang Nagekeo tersebut.
Menurutnya, keterlibatan Bhayangkari menjadi bagian dari semangat gotong royong keluarga besar Polri dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
"Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat nyata. Tidak hanya personel Polri yang berada di lapangan, tetapi keluarga besar Polri melalui Bhayangkari juga ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak," ujar Kombes Pol Sajimin.
Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian utama selama masa tanggap darurat.
Kehadiran dapur umum diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan warga sekaligus memberikan dukungan moril bagi para pengungsi.
"Yang diberikan bukan hanya makanan, tetapi juga rasa kepedulian dan kehadiran. Semangatnya adalah bagaimana masyarakat terdampak merasakan bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian," katanya.
Dengan semangat gotong royong, dapur umum Bhayangkari Nagekeo diharapkan terus memberikan dukungan kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.
Bhayangkari juga berkomitmen bersinergi dengan Polres Nagekeo dan seluruh unsur terkait dalam membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana.
Dari dapur sederhana di Mako Polsek Aesesa, kepedulian diubah menjadi hidangan, tenaga menjadi pengabdian, dan setiap makanan yang disajikan menjadi pesan bahwa masyarakat Nagekeo tidak berjalan sendirian dalam menghadapi bencana.
Baca Juga: Update Gempa Flores: Total Korban Meninggal Jadi 68 Orang, Manggarai Terbanyak