Didampingi Ketua Komisi IV DPR RI dan Kapolda NTT, Kapolri Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Flores

Imanuel Lodja - Selasa, 18 Agustus 2026 19:03 WIB
ist
Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri dan Kapolda NTT saat menemui warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Selasa (18/8/2026)

digtara.com -Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto meninjau langsung kondisi warga terdampak bencana yang mengungsi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (18/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi sekaligus melihat secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.

Sekitar 1.400 pengungsi berada di Posko Barangkolong dan mendapat perhatian serta dukungan dari pemerintah bersama TNI-Polri.

Di lokasi, Kapolri berdialog langsung dengan sejumlah korban bencana. Berbagai keluhan warga didengarkan, termasuk kondisi tenda pengungsian, kebutuhan fasilitas MCK serta kebutuhan dasar lainnya.

Kapolri juga menyempatkan diri menyapa anak-anak yang berada di tenda pengungsian dan mengikuti kegiatan trauma healing.

Momen tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang turut terdampak bencana.

Baca Juga: Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat

Kapolri menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

"Kami hadir untuk meninjau langsung tempat pengungsian dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak musibah bencana," ujar Kapolri.

Sejak informasi bencana diterima, Polri langsung mengerahkan personel untuk melaksanakan SAR dan evakuasi, mendirikan tenda pengungsian serta memberikan bantuan logistik, makanan, pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan data yang disampaikan Kapolri, hingga saat ini tercatat 1.245 korban, terdiri dari 67 orang meninggal dunia, 509 mengalami luka berat dan 669 luka ringan.

Sementara jumlah pengungsi mencapai sekitar 27.700 orang yang tersebar di 107 titik pengungsian di tujuh kabupaten.

Untuk memperkuat penanganan bencana, Polri juga telah membangun delapan posko tanggap bencana, terdiri dari satu posko di Pelabuhan Bajo dan tujuh posko lainnya di wilayah Polres terdampak.

Polri turut mengerahkan 236 personel BKO ke wilayah NTT untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan hingga kegiatan trauma healing.

Dukungan operasional juga diperkuat dengan sejumlah sarana transportasi udara, termasuk pesawat dan helikopter.

Sarana tersebut digunakan untuk membantu proses evakuasi, mengirimkan bantuan logistik serta memantau wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau.

Bantuan logistik juga terus dikirimkan. Kapolri menyebut hingga saat ini Polri telah mendistribusikan sekitar 247,66 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana di NTT.

Baca Juga: Kapolres Manggarai Barat Beri Tali Asih Bagi Anggota Terdampak Gempa

"Kami akan terus mendorong bantuan sampai kebutuhan masyarakat terpenuhi," tegas Kapolri.


Kapolri juga menerima masukan mengenai masih adanya pengungsi mandiri yang harus datang ke posko untuk mendapatkan bantuan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian agar distribusi bantuan ke depan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Kapolri menegaskan bahwa posko tanggap bencana akan melakukan evaluasi setiap hari.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk memperbaiki dan memenuhi berbagai kebutuhan di lapangan.

"Kebutuhan seperti tenda, obat-obatan, logistik, pakaian, tempat tidur, matras, genset dan sarana lainnya terus berjalan. Dari hasil evaluasi akan segera kita distribusikan," jelasnya.

Kapolri mengakui sejumlah kendala dalam proses distribusi bantuan, terutama akibat kondisi jalur dan proses kedatangan barang.

Baca Juga: Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat

Namun, ia memastikan pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan para pengungsi.

Ditengah situasi darurat tersebut, sinergi pemerintah, TNI dan Polri terus diperkuat. Seluruh unsur bergerak bersama untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan, pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan.

Pemerintah bersama TNI-Polri terus bergerak untuk mempercepat penanganan, memenuhi kebutuhan dasar dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

Kapolri datang bersama ketua Komisi IV dan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI dan beberapa petinggi Polri seperti Dankorbrimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Aslog Kapolri, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, Kapusdokes Polri, Irjen Pol. Dr. dr. Asep Hendradiana, Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin dan Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol. Hendra Wirawan.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat

Nusantara

Kapolres Manggarai Barat Beri Tali Asih Bagi Anggota Terdampak Gempa

Nusantara

Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi

Nusantara

Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah

Nusantara

Kapal Polairud Dikerahkan Salurkan Bantuan Korban Gempa di Pulau Palue-Sikka

Nusantara

Update Gempa Flores: Total Korban Meninggal Jadi 68 Orang, Manggarai Terbanyak