digtara.com -Hingga hari keempat pasca gempa magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, jumlah korban terus bertambah.
Berdasarkan hasil pendataan sementara pada Selasa (18/8/2026) petang atau pada pukul 18.40 Wita mencapai 70 orang meninggal dunia.
Dari pendataan oleh Tim SAR, diperoleh data 70 orang meninggal dunia, 230 orang mengalami luka berat dam 308 orang mengalami luka ringan.
Jumlah korban di Kabupaten Nagakeo sebanyak 30 orang yakni delapan orang meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka ringan dan 13 orang korban luka berat.
Kabupaten Ngada sebanyak 38 orang korban yakni dua orang meninggal dunia, 19 orang luka ringan dan 17 orang mengalami luka berat.
Di Kabupaten Manggarai Timur terdata 449 orang korban yakni meninggal dunia 25 orang, 242 orang mengalami luka ringan dan 182 orang mengalami luka berat.
Baca Juga: Didampingi Ketua Komisi IV DPR RI dan Kapolda NTT, Kapolri Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Flores
Terdata pula ada enam orang korban di Kabupaten Sikka yakni empat orang perempuan meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat.
Sementara di Kabupaten Manggarai Barat ada delapan orang korban terdiri dari dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan empat orang luka ringan.
Kabupaten Manggarai khususnya di daerah Reok adan 49 orang korban terdiri dari korban meninggal dunia sebanyak 27 orang, delapan orang luka berat dan 14 orang mengalami luka ringan.
Sedangkan di Kabupaten Ende, korban sebanyak 28 orang terdiri dari dua orang meninggal dunia, empat orang luka berat dan 22 orang mengalami luka ringan.
Total data sementara jumlah lorban sampai saat ini 608 orang yakni meninggal dunia 70 orang, luka berat 230 orang dan luka ringan 308 orang.
Sementara jumlah pengungsi mencapai sekitar 27.700 orang yang tersebar di 107 titik pengungsian di tujuh kabupaten.
Untuk memperkuat penanganan bencana, Polri membangun delapan posko tanggap bencana, terdiri dari satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko lainnya di wilayah Polres terdampak.
Polri juga mengerahkan 236 personel BKO ke wilayah NTT untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan hingga kegiatan trauma healing.
Dukungan operasional juga diperkuat dengan sejumlah sarana transportasi udara, termasuk pesawat dan helikopter.
Sarana tersebut digunakan untuk membantu proses evakuasi, mengirimkan bantuan logistik serta memantau wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau.
Bantuan logistik juga terus dikirimkan. Hingga saat ini Polri telah mendistribusikan sekitar 247,66 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana di NTT.
Baca Juga: Didampingi Ketua Komisi IV DPR RI dan Kapolda NTT, Kapolri Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Flores