digtara.com -Distribusi bantuan sosial bagi warga korban gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores, lepas pantai Mbay, Nagekeo terus dimasifkan.
Guncangan gempa susulan terjadi pada dini hari, dampaknya terasa nyata hingga ke pelosok wilayah Kabupaten
Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Menjawab kebutuhan mendesak warga terdampak, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Manggarai Barat Kompol Martinus Pake bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menembus kegelapan malam untuk menyalurkan bantuan logistik tanggap bencana dari Badan Penangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat.
Bantuan berupa bahan pangan pokok dan sarana perlindungan darurat tersebut diserahkan kepada Camat Macang Pacar di halaman Kantor Kecamatan Macang Pacar pada Rabu (19/8/2026) menjelang tengah malam.
Tiba di Kantor Kecamatan Macang Pacar pada pukul 22.30 WITA, rombongan Waka Polres Manggarai Barat dan pimpinan daerah langsung disambut oleh jajaran pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat setempat.
Tanpa menunda waktu, seremoni serah terima bantuan secara simbolis serta penandatanganan berita acara segera dilaksanakan pada pukul 22.40 WITA.
Baca Juga: Fasilitas Terbatas, Dokkes Polri dan Polda NTT Bantu Persalinan Ibu Korban Gempa di Tenda Pengungsian
Waka Polres
Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian bersama unsur TNI dan Pemerintah Kabupaten
Manggarai Barat merupakan wujud nyata komitmen Polri Peduli serta sinergitas Forkopimda dalam memastikan keselamatan warga.
"Dalam situasi tanggap darurat seperti saat ini, tidak ada kata menunda. Kami hadir bersama Forkopimda dan BPBD untuk memastikan bantuan logistik tiba dengan cepat, aman, dan tanpa hambatan. Prioritas utama kami adalah menjamin pasokan pangan warga terpenuhi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif," ujar Kompol Martinus Pake di sela-sela penyerahan bantuan.
Kompol Martinus juga mengingatkan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pendistribusian bantuan agar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
"Kami mengawal penuh seluruh rantai distribusi ini. Dari gudang penampungan hingga ke tangan warga penerima manfaat di desa-desa, semuanya harus terdata secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan asas keadilan," tegas Waka Polres.
Bantuan logistik darurat yang diserahkan malam itu dirancang untuk menopang kebutuhan dasar warga korban gempa dalam beberapa waktu kedepan.
Bantuan BPBD Kabupaten
Manggarai Barat meliputi beras sebanyak tiga ton yang dikemas dalam 300 karung berkapasitas masing-masing 10 kilogram dan ukuran besar 7 x 8 meter untuk perlindungan hunian sementara atau tenda darurat warga.
Camat Macang Pacar, Dorotheus Ugan menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dari Forkopimda dan Polres Manggarai Barat yang bersedia turun langsung hingga larut malam.
"Atas nama masyarakat Kecamatan Macang Pacar, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Waka Polres, Forkopimda, serta BPBD
Manggarai Barat. Bantuan 3 ton beras dan terpal ini sangat krusial bagi warga kami yang sedang mengalami masa-masa sulit pasca-guncangan gempa," ungkap Camat Macang Pacar.
Berdasarkan pemetaan lapangan, logistik tanggap bencana ini ditargetkan untuk membantu warga di tiga desa terdampak paling parah di Kecamatan Macang Pacar, yakni Desa Bari, Desa Saraenaru, dan Desa Nggilat.
Untuk memudahkan manajemen logistik, Kantor Desa Bari disepakati sebagai posko pusat penampungan sementara (staging point) sebelum disebarkan ke titik-titik sasaran.
Mengingat topografi wilayah pesisir dan akses darat yang terbatas pasca-gempa, proses pendistribusian ke Desa Saraenaru dan Desa Nggilat membutuhkan strategi khusus.
Penyaluran bantuan ke kedua desa tersebut dijadwalkan berlangsung pada pagi hari dengan menerjang jalur perairan menggunakan moda transportasi laut.
"Desa Saraenaru dan Desa Nggilat memiliki tantangan aksesibilitas geografis tersendiri. Oleh karena itu, besok pagi tim gabungan akan mengangkut logistik beras dan terpal menggunakan armada perahu motor dan kapal nelayan lokal agar bantuan bisa sampai langsung ke titik pemukiman warga di pesisir," jelas Dorotheus Ugan.
Baca Juga: Fasilitas Terbatas, Dokkes Polri dan Polda NTT Bantu Persalinan Ibu Korban Gempa di Tenda Pengungsian
Personel pengamanan dari Polsek Macang Pacar terus disiagakan untuk mengawal proses distribusi laut menuju Desa Saraenaru dan Nggilat guna memastikan seluruh logistik kemanusiaan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat korban bencana.