digtara.com -Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya penanganan pascagempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fokusnya pada evakuasi medis dan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak.
Operasi saat ini dipusatkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Nagekeo.
Dalam pelaksanaan operasi tanggap darurat pagi ini, Tim SAR Gabungan memprioritaskan penanganan kelompok rentan, khususnya lanjut usia (lansia) dan ibu hamil yang mengalami guncangan psikologis serta trauma akibat gempa susulan bermagnitudo 6,0.
Sejumlah warga kemudian dievakuasi menuju lokasi penanganan yang lebih aman dan memadai. Seorang warga lansia dievakuasi dari Posko Mandiri di Ronting, Kabupaten Manggarai Timur, menuju Posko Polisi untuk mendapatkan perlindungan dan pemantauan lebih lanjut.
Sementara itu, seorang ibu hamil dievakuasi menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk memperoleh penanganan medis yang lebih spesifik.
Baca Juga: Mentan RI Kirim 6.800 Ton Beras Bagi Korban Gempa Flores
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa seluruh unsur SAR yang berada di lapangan tetap dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap perkembangan situasi pascagempa.
"Operasi SAR terus kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat bersama BPBD serta pemerintah daerah, sekaligus memastikan kesiapan evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan," ujarnya.
Selain melakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan juga terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan Posko Kesehatan Kemenkes agar setiap warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera memperoleh penanganan yang tepat dan cepat.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah terpadu untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah kondisi pascagempa dan potensi gempa susulan.