digtara.com -Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Flores-NTT pasca gempa bumi.
Kunjungan diawali dari Kabupaten
Sikka, NTT pada Kamis (20/8/2026).
Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko mendampingi kunjungan kerja Wapres tersebut.
Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta sejumlah fasilitas publik yang terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Plh. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Sajimin, mengatakan kehadiran Kapolda NTT dalam kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan Wakil Presiden berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memastikan penanganan masyarakat terdampak gempa terus berjalan.
"Kapolda NTT mendampingi Wakil Presiden untuk memastikan rangkaian kunjungan berjalan dengan aman dan lancar. Di sisi lain, kehadiran ini juga menjadi bentuk perhatian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana," ujar Kombes Pol. Sajimin.
Baca Juga: 6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang
Kunjungan pertama dilakukan sekitar pukul 13.27 WITA di SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten
Sikka.
Wakil Presiden berinteraksi dengan anak-anak sekaligus menyerahkan bingkisan berupa buku tulis, tas sekolah, popok bayi, dan susu kemasan.
Wapres kemudian meninjau tenda pengungsian yang berada di lingkungan sekolah dan berdialog dengan para pengungsi.
Dalam kegiatan tersebut, Wapres didampingi mahasiswa psikologi dari Universitas Indonesia yang turut memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak.
Selain melihat kondisi pengungsi, Wapres juga mengecek langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Sedikitnya enam ruangan mengalami keretakan, terdiri dari lima ruang kelas dan satu ruang tata usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan perbaikan terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
Dari SD Inpres LXXVI Wairklau, rombongan Wakil Presiden melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Laurentius Say Maumere sekitar pukul 14.05 WITA.
Di lokasi tersebut, Wapres meninjau kondisi bangunan terminal dan fasilitas dermaga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
Selanjutnya, pada pukul 14.20 WITA, Wapres bersama rombongan tiba di Gereja St. Magdalena Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Akselerasi Evakuasi Medis dan Penyisiran Pasca Gempa Susulan di NTT Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kerusakan bangunan gereja pascagempa.
Kedatangan Wapres disambut Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriyadi bersama Pastor Paroki St. Magdalena Nangahure Pater Wilhelmus Lae, CP.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke RSUD T.C. Hilers Maumere sekitar pukul 15.14 WITA.
Di rumah sakit tersebut, Wapres meninjau kondisi pasien terdampak gempa sekaligus melihat kondisi bangunan dan fasilitas rumah sakit yang mengalami kerusakan.
"Selain melihat fasilitas yang terdampak, kunjungan Wakil Presiden juga menjadi kesempatan untuk memastikan kondisi masyarakat yang sedang menjalani perawatan maupun yang masih membutuhkan pelayanan akibat dampak gempa," jelas Kombes Pol. Sajimin.
Pada sore hari, sekitar pukul 16.25 WITA, Wakil Presiden mengunjungi Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok.
Di lokasi pengungsian, Wapres melihat langsung kondisi para korban gempa, berdialog dengan warga serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi perhatian pemerintah.
Kombes Pol Sajimin menegaskan bahwa Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus bersinergi dalam penanganan pascabencana, termasuk pengamanan lokasi pengungsian, pendistribusian bantuan, pelayanan kepada masyarakat serta pemantauan kondisi wilayah terdampak.
"Polri akan terus hadir bersama pemerintah dan seluruh stakeholder untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan bantuan kepada masyarakat. Kami memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan perhatian dan merasa aman selama berada di lokasi pengungsian," pungkasnya.
Baca Juga: 6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang