digtara.com -Memasuki hari ketujuh penanganan bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus mengintensifkan upaya tanggap darurat, termasuk pelaksanaan evakuasi medis udara bagi korban yang membutuhkan penanganan segera.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung pelaksanaan evakuasi medis menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ menuju wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Helikopter Basarnas berhasil mendarat di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur untuk mengevakuasi dua warga yang mengalami kondisi kritis akibat cedera berat pascagempa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan di lokasi, seorang korban laki-laki berusia 81 tahun mengalami dugaan cedera tulang belakang, sementara seorang korban perempuan berusia 71 tahun mengalami dugaan patah tulang dasar tengkorak.
Kedua korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Komodo dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Selain melaksanakan evakuasi medis, Helikopter Basarnas juga mendistribusikan bantuan Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.
Baca Juga: Lalui Medan Berat, Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa
Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR akan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal.