digtara.com -Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan hilang sejak tiga pekan lalu.
Setelah tiga pekan dua hari tanpa kabar, ibu rumah tangga ini malah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam kondisi sudah membusuk.
Jenazah Yosina Tahun (78) ditemukan pada Sabtu (22/8/2026) siang dalam kali Noeme di Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS.
Saat ditemukan, jenazah warga RT 008/RW 004, Dusun 4, Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS ini sudah membusuk.
Korban pertama kali ditemukan oleh Jordi Aserikam (9), siswa kelas IV sekolah dasar yang saat itu bersama beberapa rekannya sedang memancing di kali Noeme
Ketika memancing di Kali Noeme, Jordi berpindah tempat mancing. Ketika melintasi gua batu, ia melihat ke dalam gua batu tersebut dan melihat ada orang yang tertidur di dalam gua tersebut.
Baca Juga: Sakit Kumat Saat Terpasung, ODGJ di Kabupaten TTS Bakar Rumah dan Tewas Terjebak Api Hingga Hangus
Setelah Jordi melihat lebih jelas, ternyata orang tersebut sudah meninggal dengan kondisi tubuh sudah membusuk.
Jordi langsung memberitahukan teman- temannya dan mereka langsung pulang kembali ke rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut ke orang tua dan kelurga korban.
Kerabat korban, Dorce Benu mengakui kalau korban hilang dari rumah sejak Kamis, 30 Juli 2026 sehingga keluarga mencari keberadaan korban namun tidak ditemukan.
Keluarga kemudian membuat laporan pengaduan orang hilang ke Polsek Amanatun Selatan.
Pada saat itu keluarga sempat mencari korban di sekitar kebun dari Desa Fay menuju Desa Anin menyisiri kali namun tidak membuahkan hasil.
Korban selama ini mengalami gangguan kejiwaan karena sejak kecil sejak umur 15 tahun sudah mengalami gangguan jiwa dimana korban sering pergi menghilang tanpa arah.
Pada saat korban mengalami gangguan atau kumat biasa korban mengomel sendiri dan pergi tanpa arah.
Aparat kepolisian ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Korban meninggal dunia di bawah batu besar dengan posisi terlentang.
Korban sudah mengalami pembusukan dan diperkirakan korban meninggal lebih dari empat hari.
Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantung mayat dan dibawa ke rumah korban untuk dilakukan pemeriksaan visum jenasah.
Baca Juga: Kapolri Tinjau Langsung Pengungsian Korban Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal Dari hasil pemeriksaan Visum jenazah yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Ki'e, dr Louis Fernando Djoko Tjahyono bersama perawat Yehus Kase bahwa korban sudah meninggal lebih dari dua minggu.
Pada pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan luar, tubuh korban sudah mengalami pembusukan, pada bagian mata hidung mulut dan gigi sudah tidak ada, tangan dada perut dan kaki kulitnya sudah mengering dan sudah terjadi pembusukan. Sebab kematian tidak dapat ditentukan.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan para saksi dan pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan luar dan tubuh korban sudah mengalami pembusukan.
Keluarga menerima kematian korban dan menolak untuk otopsi/bedah mayat.
Keluarga juga tidak bersedia memproses kejadian tersebut diatas ke jalur hukum dan bersedia mengurus dan memakamkan jenazah korban.