digtara.com -Gempa magnitudo 7,7 yang menghantam wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu membawa sejumlah dampak.
Jalan terputus, longsoran, hingga bebatuan yang menutup akses tidak menyurutkan langkah Polri melalui
Polres Manggarai Timur untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di pelosok Kecamatan Lamba Leda Utara.
Ada informasi bahwa warga Desa Lencur, Kampung Tango Bali membutuhkan bantuan sehingga personel Polres Manggarai Timur dikerahkan membawa bantuan sosial menuju lokasi.
Perjalanan menuju kampung tersebut bukan perkara mudah. Personel harus menempuh perjalanan kurang lebih lima jam dengan melewati medan yang rusak akibat bencana.
Sejumlah jembatan mengalami kerusakan, sementara material longsor dan bebatuan menutup sebagian badan jalan.
Di tengah keterbatasan akses, personel Polres Manggarai Timur bersama masyarakat bergotong royong mengatasi berbagai rintangan.
Baca Juga: Istri Di Manggarai Timur Berzinah Saat Suami Ke Papua, Keluarga Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan
Bahu-membahu membuka jalan menjadi bagian dari perjuangan agar bantuan dapat segera tiba di tangan warga.
Setelah menempuh perjalanan panjang, personel akhirnya tiba di Kampung Tango Bali.
Di lokasi tersebut, kondisi masyarakat terlihat memprihatinkan. Sekitar 30 rumah warga dilaporkan hancur total akibat bencana.
Bantuan sosial kemudian diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak.
Selain membawa bantuan kebutuhan warga, kehadiran personel Polres Manggarai Timur juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para penyintas yang masih berupaya bangkit setelah bencana.
Plh. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Sajimin mengatakan, langkah personel
Polres Manggarai Timur tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk tetap hadir hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
"Tidak ada masyarakat yang boleh merasa sendiri atau ditinggalkan hanya karena berada di wilayah yang sulit dijangkau. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, Polri akan berupaya semaksimal mungkin untuk hadir," ujar Sajimin.
Menurutnya, kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur pasca bencana memang menjadi tantangan dalam pendistribusian bantuan.
Namun, semangat gotong royong antara polisi dan masyarakat menjadi kekuatan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas.
Baca Juga: Diduga Terlibat Kasus BBM, Dua Anggota Polres Manggarai Timur Di-non aktifkan Dari Jabatan Fungsional
"Kami mengapresiasi personel
Polres Manggarai Timur dan masyarakat yang bersama-sama menghadapi kendala di lapangan. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat kemanusiaan Polri," tambahnya.
Bagi warga
Kampung Tango Bali, kedatangan personel
Polres Manggarai Timur membawa arti lebih dari sekadar bantuan.
Di tengah rumah-rumah yang rusak dan akses yang terputus, kehadiran polisi menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.
Perjalanan selama lima jam tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan Polri tidak mengenal batas medan.
Ketika jalan terputus, langkah tidak ikut berhenti. Ketika akses sulit, upaya justru semakin dikuatkan.
Lima jam menembus medan sulit, melewati jalan terputus dan longsoran, Polres Manggarai Timur terus bergerak demi satu tujuan
Baca Juga: Istri Di Manggarai Timur Berzinah Saat Suami Ke Papua, Keluarga Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan