digtara.com -Polri terus memperkuat upaya penanganan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak.
Salah satunya melalui keberadaan Posko Terpadu Tanggap Bencana yang menjadi tempat koordinasi sekaligus pelayanan bagi para pengungsi.
Polri telah mendirikan delapan Posko Terpadu Tanggap Bencana di wilayah terdampak.
Satu posko berada di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sementara tujuh lainnya tersebar di sejumlah Polres yang terdampak gempa.
Salah satunya berada di Posko Barakalong, Reo, NTT. Posko tersebut tidak hanya digunakan sebagai pusat koordinasi dalam penanganan bencana, tetapi juga menjadi tempat masyarakat mendapatkan berbagai bantuan dan pelayanan sesuai kebutuhan.
Pamendal Korps Brimob Polri, Kombes Pol Hasrippudin mengatakan, keberadaan posko terpadu diharapkan dapat memudahkan masyarakat terdampak untuk memperoleh bantuan secara lebih terkoordinasi.
Baca Juga: Wilayah Terisolir, Polairud Salurkan Bantuan ke Pulau Palue-Sikka Dengan Helikopter
Melalui posko tersebut, berbagai kebutuhan dasar masyarakat diupayakan dapat terpenuhi, mulai dari bantuan logistik hingga pelayanan kesehatan bagi para pengungsi.
Bantuan logistik yang telah dikonsolidasikan Polri kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara pelayanan kesehatan diberikan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi para pengungsi tetap terjaga selama berada di lokasi pengungsian.
Lebih dari sekadar tempat penyaluran bantuan, Posko Terpadu menjadi wujud kehadiran Polri untuk mendampingi masyarakat melewati masa sulit pascabencana.
Polri memastikan dukungan kepada masyarakat terdampak akan terus dilakukan, termasuk mengawal proses pemulihan agar masyarakat NTT dapat kembali menjalani aktivitas dan kehidupan mereka seperti sediakala.