digtara.com -Polda NTT memperkuat kehadiran di tengah masyarakat yang terdampak bencana melalui Operasi Aman Nusa II Turangga 2026.
Operasi kemanusiaan tersebut juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok kepada warga yang membutuhkan.
Subsatgas Samapta dan Subsatgas Satwa Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Wontong, Dusun Betu, RT 03/RW 01, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Sebanyak 30 personel Ditsamapta Polda NTT yang diperbantukan dalam Operasi Aman Nusa II Tahun 2026, bersama personel dan satwa K-9, terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran personel di lokasi tidak sekadar menyalurkan bantuan. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan Polri hadir untuk mendengar, membantu, dan memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan bahwa Operasi Aman Nusa II tidak hanya berorientasi pada aspek penanganan dan pengamanan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo
"Polri harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Melalui
Operasi Aman Nusa II,
Polda NTT tidak hanya menyiagakan personel dan sarana pendukung, tetapi juga berupaya memberikan bantuan nyata untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman, sekaligus membangun komunikasi dan semangat kebersamaan dengan masyarakat," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kamis (27/8/2026).
Bantuan sembako yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat dan ingin memastikan bahwa warga terdampak bencana tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi yang mereka alami.
Personel Samapta menyambangi masyarakat di Dusun Betu dan menyerahkan bantuan sembako secara langsung.
Kehadiran personel juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan warga serta membangun kedekatan dengan masyarakat di lokasi terdampak.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Warga menerima bantuan dengan antusias, sementara personel Polri berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mereka di lapangan.
Keterlibatan Subsatgas Satwa bersama anjing pelacak atau K-9 juga menjadi bagian dari dukungan
Operasi Aman Nusa II. Kehadiran unsur satwa kepolisian menunjukkan kesiapan
Polda NTT dalam mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung penanganan situasi kebencanaan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Polda NTT menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kehadiran yang cepat, kepedulian, serta sinergi antara aparat dan masyarakat.
Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 pun terus diarahkan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan setiap langkah penanganan bencana dilakukan secara humanis dan responsif.