digtara.com -Data sementara Polda NTT mencatat terdapat sembilan unit Markas Polsek yang mengalami kerusakan, terdiri dari delapan rusak ringan dan satu rusak berat.
Sementara empat unit Polsubsektor/Pospol mengalami kerusakan, dengan rincian tiga rusak ringan dan satu rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas asrama dan Rusun Polri sebanyak 54 unit, terdiri dari 42 unit rusak ringan dan 12 unit rusak berat.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko menegaskan pendataan menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan skala prioritas.
"Sesuai perintah Bapak Kapolri, minggu ini seluruh kerusakan rumah anggota, kantor polsek, maupun pospol harus sudah terdata. Bangunan yang masuk kriteria rusak ringan akan menjadi prioritas utama perbaikan minggu ini, sedangkan untuk yang rusak berat akan kami usulkan ke Mabes Polri untuk penanganan lebih lanjut," tegas Kapolda NTT pada Kamis (27/8/2026) di Labuan Bajo.
Di tengah kondisi tersebut, Kapolda juga bersyukur karena hingga kini tidak terdapat laporan personel Polri yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka akibat gempa.
Baca Juga: Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat Terdampak Gempa Flores
Di sisi lain, pengamanan wilayah juga terus diperkuat. Kapolda telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran meningkatkan patroli di kawasan pengungsian maupun permukiman yang ditinggalkan sementara oleh warga.
Personel juga tidak hanya melakukan patroli, tetapi turut membantu masyarakat membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa.
Bagi Kapolda NTT, pemulihan pascabencana merupakan kerja bersama yang membutuhkan kehadiran negara secara berkelanjutan.
"Fokus utama saya 24 jam kedepan adalah memonitor titik-titik pengungsian, memastikan seluruh distribusi bantuan tepat sasaran, serta memastikan penanganan anggota Polri dan masyarakat berjalan beriringan. Kami ingin memastikan kondisi Kamtibmas tetap aman dan kondusif," tandas Kapolda.
Di tengah duka dan kerusakan yang ditinggalkan gempa, kehadiran Polri diharapkan menjadi penguat bagi masyarakat Flores untuk bangkit.
Bukan hanya melalui bantuan logistik dan pengamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan, pemulihan psikologis, hingga keselamatan personel yang berada di garis depan pelayanan kemanusiaan.