digtara.com -Komunitas pemuda di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sedianya menggelar acara karnaval dalam rangka HUT RI ke 81 tahun 2026.
Namun, para pemuda ini memilih membatalkan acara tahunan mereka ini karena terjadi gempa di Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Daripada menghabiskan anggaran besar untuk hura-hura karnaval peringatan HUT RI, mereka memilih mengalokasikan seluruh dana tersebut untuk berdonasi ke posko bencana Flores serta menyokong kegiatan yang lebih bermanfaat.
Seluruh dana yang terkumpul untuk kegiatan karnaval kemudian diserahkan ke Posko bencana Flores di Polres TTS pada Jumat (28/8/2026) sore.
Tiga komunitas pemuda yang tidak ikut karnaval karena alasan kemanusiaan yakni Pemuda Air Tegepe, Pemuda GANZ CREW dan pemuda Gastafol
Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan.
Baca Juga: Mantan Wapres Jusuf Kalla Keliling Flores Pantau Korban Gempa Bumi
Perayaan karnaval biasanya menyedot anggaran yang tidak sedikit. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tiga komunitas ini bisa menghabiskan biaya hingga Rp 23 juta.
Anggaran tersebut umumnya tersedot untuk penyewaan truk transportasi, sound system, pencahayaan (lighting), pembuatan kaos, hingga konsumsi operasional.
Namun pada perayaan tahun ini, para pemuda secara sadar dan mandiri memutuskan untuk tidak mengikuti parade meriah demi mengumpulkan dana kemanusiaan.
Kapolres TTS, AKBP Kristiyan B. Martino mengapresiasi sikap peduli dari komunitas yang beranggotakan sekitar 100 pemuda ini.
"Langkah ini sangat luar biasa dan patut diacungi jempol. Alangkah baiknya dana yang ada disalurkan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Flores, atau untuk kegiatan positif lainnya seperti renovasi tempat ibadah dan sarana sekolah," ujar AKBP Kristiyan B. Martino.
Sebagai bentuk penghormatan dan dukungan atas aksi kepedulian sosial tersebut, Kapolres TTS langsung memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan pemuda Desa Noinbila di Mapolres TTS.
Kapolres mengimbau agar aksi sosial yang ditunjukkan oleh komunitas pemuda Nonbila ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi komunitas pemuda lainnya di seluruh wilayah
Kabupaten TTS.
Menurutnya, esensi dari kemerdekaan dan semangat perjuangan
HUT RI tidak selalu harus dirayakan dengan pesta pora, melainkan dengan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi sesama.
"Memaknai perjuangan para pahlawan adalah dengan melakukan hal-hal positif yang membangun dan peduli terhadap sesama. Semoga kebaikan para pemuda Nonbila ini menjadi pemantik semangat kepedulian di seluruh wilayah TTS," tandas Kapolres TTS.