digtara.com -Sumatera Utara memiliki 5.417 desa, dengan 521 desa di antaranya masuk kategori sangat tertinggal dan 707 desa berstatus tertinggal. Pemprov Sumut menyiapkan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah sebagai upaya mempercepat pembangunan kawasan desa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov
Sumut) menyiapkan Program Kampung Kreatif
Sumut Berkah (KKSB) untuk mendorong percepatan pembangunan desa dan kelurahan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Program tersebut disiapkan setelah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mencatat masih terdapat ratusan desa di Sumatera Utara yang berada dalam kategori tertinggal dan sangat tertinggal.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sumut, Muhammad Suib, mengatakan Sumatera Utara memiliki 5.417 desa berdasarkan Keputusan Menteri Desa Nomor 342 Tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 364 desa berstatus mandiri, 1.296 desa maju, 2.529 desa berkembang, 707 desa tertinggal, dan 521 desa sangat tertinggal.
"Sumut memiliki 5.417 desa, terdiri atas 364 Desa Mandiri, 1.296 Desa Maju, 2.529 Desa Berkembang, 707 Desa Tertinggal, dan 521 Desa Sangat Tertinggal," kata Muhammad Suib, dikutip Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Gempa M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Pemprov Sumut Siapkan Kampung KreatifMuhammad Suib menjelaskan, Program Kampung Kreatif
Sumut Berkah dirancang untuk menjawab persoalan pembangunan yang selama ini dinilai masih dilakukan secara parsial.
Pembangunan yang hanya berfokus pada proyek tertentu dinilai belum memberikan dampak optimal terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di suatu kawasan.
"Program ini dilatarbelakangi masih terbatasnya pembangunan di sejumlah desa. Selama ini, pembangunan cenderung dilakukan secara parsial dan belum menyentuh kawasan secara menyeluruh sehingga dampaknya terhadap pengembangan ekonomi masyarakat belum optimal," ujarnya.
Program Kampung Kreatif Sumut Berkah telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi salah satu program strategis Pemprov Sumut di era Gubernur Sumut Bobby-Surya.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah ingin mengubah pola pembangunan dari pendekatan parsial menjadi pembangunan kawasan yang terintegrasi.
Berbeda dengan Program Dana DesaSuib mengatakan KKSB memiliki pendekatan berbeda dibandingkan pembangunan yang selama ini dilakukan melalui dana desa.
Jika pembangunan sebelumnya dapat dilakukan pada titik-titik tertentu, seperti membangun satu jembatan atau memperbaiki sejumlah rumah, KKSB menggunakan konsep area based development.
Artinya, pembangunan dilakukan dalam satu kawasan secara menyeluruh. Kawasan tersebut dapat berupa satu dusun atau kawasan wisata yang membutuhkan penataan dan pengembangan secara terpadu.
"Bedanya dengan program dana desa, kalau selama ini pembangunan sifatnya hanya parsial, membangun jembatan setitik, rumah sedikit itu parsial tapi KKSB ini program area based development artinya pembangunan kawasan yang terintegrasi," jelas Suib.
Selain pembangunan infrastruktur, KKSB juga menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan melalui pendekatan community driven.
Baca Juga: Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP Jonatan Tarigan Desak Plt Bupati Langkat Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Program ini diarahkan untuk memperkuat identitas, potensi, dan kreativitas lokal. Dengan demikian, pembangunan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan kawasan yang produktif dan memiliki daya saing ekonomi.
Bantuan KKSB Bisa Mencapai Rp50 MiliarSalah satu daya tarik utama Program Kampung Kreatif Sumut Berkah adalah dukungan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Sumut.
Bantuan tersebut nantinya disalurkan kepada kabupaten/kota dan dialokasikan khusus untuk kawasan yang ditetapkan sebagai kampung kreatif.
Nilai bantuan yang disiapkan mencapai Rp5 miliar hingga Rp50 miliar per kawasan.
"Melalui program KKSB ini Gubernur akan menginjeksi bantuan keuangan khusus yang nantinya akan dikirimkan ke kabupaten/kota dan dialokasikan untuk kampung kreatif. Bantuan ini sama sekali tidak bisa diubah untuk program lainnya," terang Suib.
Besarnya intervensi anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi kawasan yang selama ini kurang berkembang menjadi kawasan yang lebih produktif dan berdaya saing.
Pemprov Sumut juga merancang intervensi KKSB secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor. Pendekatan lintas sektor tersebut ditujukan agar pembangunan memberikan perubahan yang lebih nyata dan terukur.
Mulai Dilaksanakan pada 2027Program Kampung Kreatif
Sumut Berkah dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Dalam proses penjaringan penerima bantuan, Pemprov
Sumut akan melibatkan 19 organisasi perangkat daerah (OPD) serta satu tenaga ahli dari kalangan akademisi.
Masing-masing kepala daerah kabupaten dan kota nantinya mengusulkan satu calon penerima bantuan KKSB kepada Gubernur Sumut.
Proposal yang masuk akan melalui proses penilaian berdasarkan indikator dan persyaratan yang telah ditentukan. Tim kemudian akan melakukan verifikasi faktual langsung ke lapangan.
Suib menjelaskan, proses penjaringan proposal telah memiliki jadwal yang ditetapkan Pemprov Sumut.
"Tim penjaringan akan menerima proposal kemudian melakukan verifikasi dan penilaian dan tanggal 28 Oktober Gubernur akan menetapkan desa yang terpilih menerima bantuan. Januari 2027 pelaksanaan program yang nantinya akan diawasi oleh tim Pemprov Sumut," kata Suib.
Baca Juga: Gempa M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Dengan program tersebut, Pemprov
Sumut berharap pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada penambahan infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi, identitas lokal, dan daya saing.
Program Kampung Kreatif Sumut Berkah diharapkan menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas pembangunan di desa-desa Sumatera Utara, khususnya kawasan yang masih masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.