digtara.com -Tim dokter Kesehatan (Dokkes) dan Biddokkes Polda NTT turun langsung menyusuri wilayah terdampak hingga ke Posko Pengungsian di Desa Tado, Kabupaten Ngada, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis serta bantuan medis kepada para pengungsi.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan jajaran personel Dokkes, Brimob, hingga petugas kepolisian setempat yang bergerak secara aktif mendatangi tenda-tenda darurat BNPB dan posko darurat warga.
Petugas medis tidak hanya membuka posko pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan pemeriksaan fisik langsung kepada balita, anak-anak, lansia, dan para ibu menyusui, serta membagikan obat-obatan dan suplai kebutuhan medis dasar.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah pengungsi merupakan dedikasi dan kewajiban moral untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di masa-masa sulit pascabencana.
"Bapak Kapolda NTT menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Melalui tim Biddokkes dan personel di lapangan, Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan saudara-saudara kita di pengungsian Desa Tado mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, khususnya bagi balita dan kelompok rentan," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, Rabu (2/9/2026).
Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, Polda NTT juga mengerahkan unit pendukung seperti armada Water Treatment Korps Brimob untuk menyediakan akses air bersih bagi para pengungsi di lokasi.
Baca Juga: 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Kebersamaan dan senyum hangat dari warga serta anak-anak di kamp pengungsian menjadi gambaran kuat hadirnya rasa aman dan harapan di tengah situasi prihatin.
"Polda NTT terus menyiagakan personel medis dan menyalurkan bantuan secara berkala hingga kondisi masyarakat pulih sepenuhnya. Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini," tutup Kabid Humas.