digtara.com -Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terganggu akibat dampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Hingga pukul 14.00 WIB, sedikitnya 26 penerbangan Kualanamu tujuan Jakarta dibatalkan.
Pembatalan tersebut melibatkan sejumlah penerbangan dari berbagai maskapai.
Kondisi ini membuat calon penumpang harus mengubah rencana perjalanan. Sebagian penumpang memilih melakukan penjadwalan ulang atau reschedule, sementara lainnya mengajukan pengembalian dana atau refund tiket.
Gangguan penerbangan tersebut berkaitan dengan kondisi atmosfer akibat sebaran abu vulkanik.
Dalam operasional penerbangan, keberadaan abu vulkanik menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu keselamatan dan kinerja pesawat.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup 4 Jam, 33 Penerbangan Terdampak
Bandara Kualanamu Konfirmasi Gangguan Penerbangan
Staf Humas Corporate Communication PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Kualanamu, Zul Andrika, membenarkan adanya gangguan penerbangan akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat penerbangan terganggu di Bandara Kualanamu," kata Zul melansir suara.com, Minggu (06/09/2026).
Menurut Zul, berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 14.00 WIB, terdapat sekitar 26 penerbangan tujuan Jakarta yang dibatalkan dari berbagai maskapai.
Pembatalan penerbangan dilakukan sebagai dampak kondisi yang dapat memengaruhi operasional penerbangan. Para penumpang terdampak kemudian dapat melakukan penjadwalan ulang maupun mengajukan refund sesuai ketentuan maskapai.
Operasional Penerbangan Kualanamu Masih Dipantau
Pihak Bandara Kualanamu masih memantau perkembangan kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.
Informasi terbaru mengenai operasional penerbangan akan disampaikan kembali sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.
"Kita berharap kondisi abu vulkanik ini segera pulih sehingga penerbangan dapat kembali normal," ujar Zul.
Dengan kondisi tersebut, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Bandara Kualanamu menuju Jakarta pada Minggu, 6 September 2026, disarankan memantau informasi terbaru terkait status penerbangan dari maskapai masing-masing.