Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa

Imanuel Lodja - Selasa, 08 September 2026 15:55 WIB
ist
Kapolres Manggarai saat melepas kepulangan tim Slog Polri akhir pekan lalu

digtara.com -Tim Staf Logistik (Slog) Polri datang ke Flores, Nusa Tenggara Timur pasca gempa membawa misi kemanusiaan.

Kehadiran tim bukan sekadar menjalankan penugasan, namun menjadi bagian dari ikhtiar Polri membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.

Setelah menjalankan tugas dalam mendukung penanganan bencana dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak, perjalanan Tim Liaison Officer (LO) Slog Polri di NTT akhirnya sampai pada penghujung.

Jumat (4/9/2026), suasana hangat mewarnai pelepasan tim di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang melepas Tim LO Slog Polri yang akan kembali ke Jakarta.

Pelepasan tersebut menjadi momen penuh makna. Di balik jabat tangan dan penghormatan yang diberikan, tersimpan cerita tentang sebuah perjalanan tugas yang dilaksanakan untuk satu tujuan membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana gempa Flores.

Baca Juga: Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores

Katim LO Slog Polri Kombes Pol Edward Jacky T. Umbu Kaledi mengatakan, penugasan di NTT menjadi sebuah kehormatan karena tim dapat mengambil bagian dalam misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa.

"Sebuah kehormatan dapat menuntaskan tugas kemanusiaan di bumi Flobamora, Nusa Tenggara Timur. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda NTT melalui Kapolres Manggarai Barat beserta jajaran atas perhatian, dukungan dan kehormatan dalam melepas Tim LO Slog Polri kembali ke Jakarta," ujar Kombes Pol Edward Jacky yang juga mantan Wakapolres Manggarai Barat.

Selama berada di NTT, tim tidak hanya menjalankan tugas logistik, tetapi menjadi bagian dari gerak bersama dalam mendukung penanganan dampak bencana.

Bantuan yang dikirimkan dan didistribusikan menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang kehilangan kenyamanan akibat gempa.

Ditengah keterbatasan, setiap bantuan menjadi penguat bagi warga untuk bertahan dan perlahan bangkit.

"Kami pulang membawa rasa bangga, hormat dan kebersamaan yang akan selalu dikenang. Terima kasih NTT. Sampai bertemu kembali dalam tugas dan pengabdian untuk negeri," ungkap mantan Kapolres Sumba Timur, Polda NTT ini.

Dalam situasi bencana, bantuan tidak cukup hanya tersedia. Bantuan harus dapat bergerak, sampai ke wilayah yang membutuhkan dan diterima oleh masyarakat secara tepat.

Tim LO Slog Polri hadir sebagai bagian dari upaya memastikan dukungan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di Flores dapat berjalan dengan baik.

Berbagai kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut.

Penugasan ini sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan Polri dalam menghadapi bencana bukan hanya berada pada personel di lapangan, tetapi juga pada kemampuan menggerakkan dukungan logistik untuk masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir

Ditengah kondisi darurat, kerjasama antar satuan menjadi kunci. Setiap personel mengambil bagian masing-masing, dari proses koordinasi hingga dukungan terhadap distribusi bantuan di wilayah terdampak.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Tim LO Slog Polri selama berada di NTT.


Kehadiran Tim Slog Polri menjadi bagian penting dari sinergi penanganan bencana, khususnya dalam mendukung kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Flores.

"Polda NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim LO Slog Polri yang telah hadir dan menjalankan misi kemanusiaan di NTT. Dukungan dalam penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk membantu masyarakat melewati masa sulit," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kebersamaan dan kerja cepat dari berbagai unsur.

"Dalam situasi bencana, kehadiran dan kepedulian sangat berarti bagi masyarakat. Apa yang telah dilakukan Tim LO Slog Polri merupakan bagian dari semangat Polri untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.

Di tempat itu, jajaran Polres Manggarai Barat melepas tim dengan penuh penghormatan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya sebuah perjalanan tugas, namun bukan akhir dari semangat pengabdian.

Mereka bergerak bersama dalam misi kemanusiaan ketika masyarakat Flores membutuhkan dukungan.

Baca Juga: Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores

Dan kini, mereka meninggalkan NTT dengan membawa pulang pengalaman, rasa bangga dan kenangan tentang masyarakat Flobamora.

Bagi masyarakat yang menerima bantuan, mungkin yang tersisa adalah barang-barang yang membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Namun dibalik setiap bantuan itu ada pesan yang jauh lebih besar bahwa ketika bencana datang, masyarakat tidak berjalan sendirian.

Polri hadir melalui personel yang berada di lapangan, melalui jajaran kewilayahan, dan melalui dukungan logistik yang digerakkan untuk membantu mereka yang terdampak.

Penugasan Tim LO Slog Polri pun berakhir dengan sebuah kesan sederhana namun mendalam.

Datang untuk menjalankan misi kemanusiaan, bekerja untuk membantu masyarakat, dan pulang dengan membawa cerita tentang pengabdian di tanah Flores.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Gugatan Mantan Anggota Polri Ditolak PTUN, Keputusan PTDH Kapolda NTT Tetap Berlaku

Nusantara

Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores

Nusantara

Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir

Nusantara

Tersangka dan Barang Bukti Kasus BBM di Nagekeo Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Pengungsi di Ngada Mulai Tinggalkan Tenda Pengungsi dan Kembali ke Rumah, Polres Ngada Tetap Lakukan Pendampingan Psikologi

Nusantara

Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009