digtara.com -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan respons langsung terhadap kondisi masyarakat Pulau Palue, Kabupaten Sikka pasca terjadinya bencana gempa tektonik.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama sejumlah pejabat pemerintah, pada Selasa (8/9/2026), turun langsung ke Kecamatan Palue, Kabupaten
Sikka, untuk menemui warga sekaligus melihat dari dekat kondisi masyarakat terdampak bencana.
Gubernur NTT bersama rombongan tiba di Kantor Camat Palue sekitar pukul 12.10 Wita untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur NTT didampingi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak serta Asisten III Setda Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali.
Tatap muka bersama masyarakat menjadi salah satu agenda utama. Gubernur bersama rombongan berdialog dengan warga Pulau Palue, mendengarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setelah bencana gempa tektonik yang terjadi di wilayah tersebut.
Pertemuan itu kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Baca Juga: Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009
Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) diserahkan kepada masyarakat melalui
Gubernur NTT, Bupati
Sikka, dan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana.
Kehadiran pemerintah bersama unsur penanganan bencana juga memperlihatkan adanya sinergi lintas sektor dalam menghadapi kondisi masyarakat pascabencana.
Gubernur NTT bersama rombongan kemudian bergerak meninjau langsung lokasi tambatan perahu masyarakat Pulau Palue.
Peninjauan ini menjadi penting mengingat aktivitas masyarakat Palue tidak terlepas dari sektor kelautan dan perikanan.
Sekitar pukul 12.55 WITA, rombongan tiba di lokasi tambatan perahu untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas yang digunakan masyarakat. Lima belas menit kemudian, peninjauan selesai dan rombongan kembali menuju Kantor Camat Palue.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja dan tatap muka selesai, pada pukul 14.30 WITA
Gubernur NTT bersama rombongan meninggalkan
Pulau Palue dan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Frans Seda Maumere.
Kunjungan
Gubernur NTT ke Palue menjadi pesan bahwa di tengah situasi pascabencana, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi dampaknya seorang diri.
Pemerintah hadir di tengah warga, membawa bantuan, mendengar langsung suara masyarakat, sekaligus melihat dari dekat fasilitas yang menopang kehidupan mereka.
Langkah turun langsung ke lapangan tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada laporan di atas meja, tetapi bergerak hingga ke tengah masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.