digtara.com -Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah mendadak mencekam pada Sabtu dini hari lalu.
Saat itu ada aksi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang melibatkan delapan orang pelaku tak dikenal.
Para pelaku secara brutal menyerang satu keluarga di dalam rumah mereka sendiri.
Peristiwa menegangkan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA saat penghuni rumah tidur.
Delapan orang pelaku secara tiba-tiba mendatangi kediaman korban dan mendobrak pintu rumah dengan keras.
Tanpa basa-basi, para pelaku langsung masuk dan menyerang DDH (56) yang tengah tertidur lelap.
Baca Juga: Oknum Guru di Kota Kupang Diamankan Polisi Karena Rekam Mahasiswi Saat Mandi
Korban DDH mengalami luka robek serius di bagian punggung dan kepala akibat tebasan senjata tajam jenis parang.
Melihat ayahnya diserang secara brutal, RUGB alias Richard (28), seorang karyawan honorer yang juga berada di lokasi, memberanikan diri melakukan perlawanan sengit.
Berbekal sebilah parang, Richard sempat terlibat duel dan menebas dua orang pelaku hingga mengenai bagian kepala serta dada mereka.
Para pelaku yang terdesak kemudian melempari RUGB menggunakan batu hingga mengenai tubuhnya.
Tindak kekerasan juga menimpa ERH (54). Korban secara refleks berupaya menahan parang pelaku dengan kedua tangannya hingga mengalami luka robek di telapak tangan.
Pelaku yang beringas kemudian menusuk dada sebelah kanan ERH menggunakan parang.
Usai menganiaya para penghuni rumah, para pelaku menggasak satu unit ponsel Samsung A15 dan dua batang parang, serta memotong satu ekor anjing milik korban.
Para pelaku diduga berniat mencuri ternak milik korban. Namun aksi para pelaku gagal membawa kabur empat ekor kerbau dan tiga ekor kuda yang ada di dalam kandang setelah situasi makin memanas.
Para pelaku akhirnya melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) dan memilih kabur.
Jajaran Polsek Katikutana dipimpin Pamapta bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Baca Juga: Tindakan Tegas dan Terukur Aparat Pada Residivis Berbuntut Pada Aksi Warga Datangi Polres Sumba Barat
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra membenarkan adanya insiden berdarah tersebut dan menegaskan bahwa pihak kepolisian berupaya mengejar para pelaku.
"Benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Kampung Waini Haingu,
Sumba Tengah. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan intensif dan para pelaku dalam proses penyelidikan serta pengejaran oleh tim gabungan Satreskrim Polres Sumba Barat dan Polsek Katikutana," tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Rabu (16/9/2026).
Kabid Humas Polda NTT menambahkan bahwa kepolisian telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, diantaranya FUT dan MK.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Kami menindak tegas segala bentuk tindak kejahatan yang meresahkan dan mengganggu kamtibmas di wilayah hukum Polda NTT," tutup Kabid Humas.