Sempat Dibawa ke Mako Polres Sumba Barat, Jenazah Residivis Korban Penembakan Dibawa Pulang Keluarga

Imanuel Lodja - Rabu, 16 September 2026 10:15 WIB
ist
Sempat Dibawa ke Mako Polres Sumba Barat, Jenazah Residivis Korban Penembakan Dibawa Pulang Keluarga

digtara.com -Jenazah JT alias Jowa yang sebelumnya dibawa ke Mapolres Sumba Barat oleh pihak keluarga, telah diambil oleh pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka pada Rabu (16/9/2026) subuh.

Proses pengambilan jenazah dilakukan oleh pihak keluarga menggunakan mobil ambulans.

Dalam proses tersebut, pihak keluarga mendapatkan pendampingan dari Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali.

Pihak keluarga menerima penyerahan jenazah oleh Polres Sumba Barat. Proses tersebut berlangsung dalam suasana yang kondusif, sehingga jenazah selanjutnya dapat dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah duka.

Terkait dengan kasus tersebut, Polres Sumba Barat menegaskan akan menangani dan menindaklanjuti setiap proses hukum secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polres Sumba Barat juga terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian penanganan perkara berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Oknum Guru di Kota Kupang Diamankan Polisi Karena Rekam Mahasiswi Saat Mandi

Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan terhadap pihak keluarga, sekaligus memastikan proses penyerahan dan pengambilan jenazah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kapolres Sumba Barat memastikan seluruh rangkaian proses berlangsung secara kondusif hingga jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Hingga Rabu subuh, situasi di lingkungan Polres Sumba telah berlangsung kondusif dan aman.

Sebelumnya, keluarga korban penembakan yang diketahui merupakan pelaku tindak kejahatan sempat melakukan aksi di lingkungan Polres Sumba Barat.

Pasca kejadian tersebut, personel Polres Sumba Barat bersama personel Polres Sumba Barat Daya dan personel Brimob Batalyon C Pelopor tetap melaksanakan siaga di sejumlah titik guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan serta memastikan situasi tetap terkendali.

Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di sekitar lingkungan Mapolres Sumba Barat.

Kehadiran personel gabungan di lapangan merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun pihak keluarga.

Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali bersama jajaran terus mengarahkan personel untuk tetap mengedepankan sikap profesional, humanis, dan terukur dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hingga pukul 00.30 WITA, situasi di lingkungan Polres Sumba Barat terpantau aman dan kondusif.

Personel gabungan masih disiagakan dan terus melakukan pengamanan serta pemantauan situasi secara berkala.

Baca Juga: Tindakan Tegas dan Terukur Aparat Pada Residivis Berbuntut Pada Aksi Warga Datangi Polres Sumba Barat

Pada Selasa (15/9/2026) pagi sekitar pukul 09.40 WITA, petugas mendatangi kediaman JT di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat

Namun saat hendak ditangkap, JT yang merupakan pelaku pencurian ternak merespons agresif dengan mengayunkan parang ke arah petugas.

Petugas sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun diabaikan oleh JT yang berupaya melarikan diri.

Untuk melumpuhkan JT, petugas mengarahkan tembakan ke arah kaki. Namun, di saat bersamaan JT terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan.

Petugas langsung membawa JT ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak sekitat pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis darurat, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada pukul 10.20 WITA.


Tim Gabungan Polres Sumba Barat berhasil membongkar sindikat tindak pidana pencurian ternak dengan kekerasan (curas) serta pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan warga Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Dalam operasi penangkapan, tiga orang tersangka berhasil diringkus, sementara satu pelaku lainnya tewas tertembak usai berusaha menyerang petugas menggunakan parang.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil merupakan bentuk ketegasan polisi demi mengembangkan kasus ini

Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan intensif terhadap tiga Laporan Polisi terkait aksi pencurian ternak yang kerap disertai kekerasan sejak 2022 hingga 2026.

Salah satu aksi paling sadis terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah.

Korban bernama D.D.H. alias B.R. kritis usai dibacok secara membabi buta oleh para pelaku.

Baca Juga: Oknum Guru di Kota Kupang Diamankan Polisi Karena Rekam Mahasiswi Saat Mandi

Korban menderita dua luka robek di belakang kepala sepanjang 6 centimeter dan 8 centimeter hingga mengenai tulang, serta luka sabetan parang memanjang di punggung sepanjang 48 centimeter.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, yakni ASBL alias Agus (46), KY alias Katanga (35), dan YKM alias Yeremias.

Sebagai barang bukti, petugas menyita satu ekor kerbau jantan hasil curian yang ditemukan di rumah tersangka A.S.B.L. dan kini diamankan di Polsek Loli.

Aksi penyergapan dimulai pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser berhasil mencokok tersangka A.S.B.L. dan K.Y.

Berdasarkan hasil interogasi, petugas kembali bergerak dan menangkap tersangka Y.K.M. pada pukul 06.00 WITA.

Pengembangan dilanjutkan untuk mengincar pelaku lain berinisial J.T. (39).


Polda NTT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum J.T.

Sebagai bentuk empati dan pelayanan humanis, kepolisian mendampingi proses visum luar, menyediakan peti jenazah, hingga memberikan pengawalan pengantaran jenazah ke rumah duka.

"Kami meminta bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang menyejukkan. Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak Kepolisian," pungkas Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Delapan Pelaku Pencurian Serang Warga di Sumba Tengah dan Gagal Curi Ternak

Nusantara

Oknum Guru di Kota Kupang Diamankan Polisi Karena Rekam Mahasiswi Saat Mandi

Nusantara

Tindakan Tegas dan Terukur Aparat Pada Residivis Berbuntut Pada Aksi Warga Datangi Polres Sumba Barat

Nusantara

Songsong HUT Polantas Ke-71, Direktur Lalu Lintas Polda NTT dan Jajaran Anjangsana Ke Purnawirawan dan Anggota Sakit

Nusantara

Pangdam IX/Udayana Silaturahmi Dengan Kapolda NTT dan Jajaran

Nusantara

Satlantas Polres Sumba Barat Daya Anjangsana ke Kediaman Mantan Kasat Lantas Pertama