digtara.com -MBP alias Marsel (20), warga Kabupaten Sumba Tengah, NTT ikut menjadi korban dalam kerusuhan dan aksi massa yang terjadi di depan Mako Polres Sumba Barat pada Selasa (15/9/2026) malam.
Warga Kampung Praimoni, Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Kabupaten
Sumba Tengah ini meninggal dunia saat
aksi massa ini. Jenazah pun kemudian dibawa ke kampung halamannya.
Pada Rabu (16/9/2026), Kapolres Sumba Tengah, AKBP Richard mendatangi rumah duka di Kampung Praimoni, Desa Maradesa, Kabupaten Sumba Tengah sebagai bentuk empati dan kepedulian Polri.
Kapolres Sumba Tengah didampingi Kasat Intelkam, Iptu Yonathan Palinggi, Kapolsek Umbu Ratu Nggay, Iptu Suparlan dan beberapa anggota polisi.
Hadir pula perwakilan dari pemerintah daerah Kabupaten Sumba Tengah seperti Sekda Kabupaten Sumba Tengah, Bernadus B. Gela, Asisten I, Adri Sabaora, Kaban Kesbangpol, Kasat Pol PP dan Camat Umbu Ratu Nggay Tengah, Harobu Ibu Laru.
Rombongan diterima orang tua korban, Aha Taweja Wali (50) dan Lusia Lawa Jati (50), Ketua BPD Desa Maradesa selaku penanggung jawab, Viktor Umbu Gaja, mantan Kepala Desa Maradesa, Domianus Panda Huki, penjabat Kepala Desa, Yules Hapu Mbayu dan staf kantor kecamatan serta aparat desa Maradesa.
Baca Juga: Delapan Pelaku Pencurian Serang Warga di Sumba Tengah dan Gagal Curi Ternak
Kapolres
Sumba Tengah, AKBP Richard atas nama Polda NTT juga Polres
Sumba Tengah serta seluruh jajaran menyampaikan duka cita atas berpulangnya almarhum.
Dominikus Panda Huki mewakili keluarga korban berterima kasih atas kedatangan Kapolres dan Sekda Sumba Tengah ke rumah duka.
Mantan Kepala Desa Maradesa ini menyampaikan bahwa saat ini Keluarga masih berfokus mengurus jenazah korban hingga pemakaman.
Pasca acara penguburan nanti, keluarga korban akan mendatangi Polres Sumba Barat mempertanyakan terkait meninggalnya korban Marsel dan berharap ada pendampingan dari Kapolres Sumba Tengah.
Keluarga sangat berharap pihak Polres Sumba Barat bisa menjelaskan dengan jujur dan benar terkait dengan kejadian yang menyebabkan kematian korban. Mereka juga berharap agar pihak Polres Sumba Barat juga datang ke tempat duka untuk menyampaikan turut berduka cita,
Kapolres
Sumba Tengah, AKBP Richard menyampaikan terima kasih atas penerimaan keluarga korban di rumah duka.
Polres Sumba Tengah juga mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berterima kasih karena keluarga tetap menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif di lingkungan mereka.
Kapolres berharap agar pihak keluarga tetap menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif serta menginformasikan kepada pihak kepolisian terkait dengan proses penguburan dan akan menyempatkan diri untuk hadir.
Polres Sumba Tengah juga masih belum mendapatkan informasi yang pasti terkait dengan penyebab meninggalnya korban.
Baca Juga: Cari Udang, Petani di Sumba Tengah Diterkam Buaya Hingga Luka Parah
Sesuai dengan permintaan keluarga, Kapolres segera berkomunikasi dengan pihak Polres Sumba Barat dan berupaya mendampingi keluarga saat ke Polres Sumba Barat.
"Mari kita jaga bersama persatuan dan keamanan di kabupaten ini, jangan sampai duka ini menambah luka baru, Polri hadir untuk mengayomi," ujar Kapolres.
Sekda Kabupaten Sumba Tengah, Bernadus B. Gela mewakili pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut.
"Kejadian ini diluar dugaan dan kami sangat menyesal dengan kejadian ini. Kami berharap untuk saat ini keluarga fokus mengurus almarhum hingga penguburan," ujar Sekda.
Pihaknya setelah seluruh proses di rumah duka selesai maka pihak kepolisian bisa membantu menjelaskan duduk perkara kejadian tersebut kepada pihak keluarga korban.
Baca Juga: Delapan Pelaku Pencurian Serang Warga di Sumba Tengah dan Gagal Curi Ternak