digtara.com -Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali didampingi Kapolres Sumba Tengah AKBP Richard beserta jajaran pejabat utama melayat ke rumah duka almarhum Marselinus Pagegi.
Marselinus sendiri merupakan korban yang meninggal dunia saat adanya aksi massa di depan Mako Polres Sumba Barat beberapa waktu lalu.
Kunjungan kemanusiaan berlangsung di Kampung Praimoni, Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, Kabupaten Sumba Tengah, pada Kamis (17/9/2026) malam.
Kehadiran para pimpinan kepolisian di tengah keluarga yang sedang berduka ini untuk menyampaikan belasungkawa, juga membawa bantuan material guna meringankan beban keluarga dalam prosesi pemakaman almarhum.
Kapolres Sumba Barat menyerahkan santunan duka bahan bangunan dan kebutuhan logistik untuk membantu proses pembangunan kubur almarhum serta kebutuhan keluarga.
Bantuan yang diserahkan meliputi 15 sak semen, 15 lonjor besi 8, 100 buah batu potong, 1 kilogram kawat ikat, dan 1 ret pasir kali.
Baca Juga: Dukung Percepatan Penetapan Hutan Adat di NTT, Polda NTT Dorong Sinergi Pengelolaan Kamtibmas
Ada pula kebutuhan logistik bagi keluarga duka berupa 1 karung beras, 1 ekor babi, serta 1 dos gula dan kopi.
Suasana haru menyelimuti rumah duka tatkala pihak keluarga almarhum menyambut baik itikad baik dan kehadiran jajaran kepolisian.
Sebagai bentuk penghormatan sekaligus penerimaan secara adat Sumba, pihak keluarga menyerahkan dua lembar kain adat Sumba kepada Kapolres Sumba Barat dan Kapolres Sumba Tengah.
Penyerahan kain ini bermakna bahwa keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas serta berkomitmen menjaga keamanan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Di hadapan keluarga besar almarhum dan masyarakat yang hadir, AKBP Yohanis Nisa Pewali menyampaikan permohonan maaf yang mendalam serta dukacita yang tulus.
Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memproses penegakan hukum secara transparan dan berkeadilan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam serta turut berduka cita atas berpulangnya almarhum. Kami menghimbau agar pihak keluarga menyerahkan penanganan perkara ini sepenuhnya kepada Polres Sumba Barat, dan proses hukum atas kejadian kemarin akan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas Kapolres Sumba Barat.
Kapolres juga berpesan agar seluruh keluarga dan masyarakat tetap menahan diri, tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif.
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas
Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Candra memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah Kapolres.
"
Polda NTT menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum Marselinus Pagegi. Apa yang dilakukan oleh Kapolres Sumba Barat bersama
Kapolres Sumba Tengah adalah bentuk pelayanan humanis Polri yang selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka," ujar Kombes Pol. Henry Novika Candra pada Jumat (18/9/2026).
Kabid Humas Polda NTT juga menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam merespons setiap persoalan secara profesional.
"Kami mengapresiasi kedewasaan pihak keluarga almarhum yang telah menerima proses ini dengan baik melalui pendekatan budaya Sumba yang luhur. Kami pastikan proses hukum berjalan secara transparan, dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Sumba tetap aman, damai, dan kondusif," tambahnya.