Lapas dan Rutan di NTT Digeledah, Penghuni Jalani Tes Urine

Imanuel Lodja - Senin, 21 September 2026 09:50 WIB
ist
Petugas gabungan saat melalukan penggeledahan di Lapas

digtara.com -Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Upaya ini dilakukan melalui penggeledahan dan tes urine serentak pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-NTT pada akhir pekan lalu.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lapas, LPKA, dan Rutan di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan dilakukan secara serentak sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi keamanan UPT sekaligus mendeteksi sejak awal potensi penyalahgunaan narkotika maupun keberadaan barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Di Kota Kupang, kegiatan dipimpin Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Decky Nurmansyah, bersama jajaran Kanwil Ditjenpas NTT.

Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang.

Baca Juga: Cegah Peredaran Barang Terlarang Dalam Lapas, Polisi-TNI dan Lapas Sikka Razia Kamar WBP

Penggeledahan dan tes urine dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kupang, LPP Kelas IIB Kupang, dan Rutan Kelas IIB Kupang.

Penggeledahan dan pemeriksaan ini menyasar blok hunian dan kamar warga binaan.

Petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi disalahgunakan, diantaranya cutter, pemantik, silet, jarum, kaca, paku, peniti, dan botol kaca.

Seluruh barang hasil penggeledahan kemudian diamankan dan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Decky menegaskan, penggeledahan bukan semata-mata tindakan pemeriksaan, tetapi merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan dicegah sejak dini.

Ia meminta seluruh jajaran melaksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan humanis dengan tetap menghormati hak-hak warga binaan.

"Upayakan kita bekerja dengan jujur dan apa yang dilakukan bagaimana berimbas ke amal ibadah kita sekalian, tidak mencari kesalahan," pesan Decky.

Selain penggeledahan, tes urine dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

Di Lapas Kelas IIA Kupang, BNN Kota Kupang melakukan pemeriksaan terhadap 50 orang yang terdiri atas 10 petugas dan 40 warga binaan.

Baca Juga: Sempat Kabur Dari Rutan, Residivis di Rote Ndao Dilimpahkan ke Kejaksaan


Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta negatif dan tidak terindikasi menggunakan zat psikotropika maupun zat adiktif lainnya.

Pelaksanaan tes urine juga dilakukan secara serentak pada UPT Pemasyarakatan lainnya di wilayah NTT.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal sekaligus memastikan lingkungan Pemasyarakatan tetap bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Menurut Decky, penggeledahan dan tes urine memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Penggeledahan diarahkan untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang berpotensi disalahgunakan, sementara tes urine menjadi instrumen deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika.

Dukungan lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Cegah Peredaran Barang Terlarang Dalam Lapas, Polisi-TNI dan Lapas Sikka Razia Kamar WBP

Tomi J. Kurumbatu dari Koramil 1604-01/Kupang, Kodim 1604/Kupang, menyampaikan bahwa sinergi antara Pemasyarakatan, TNI, Polri, dan instansi terkait perlu terus diperkuat untuk mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan kondusif.

"Sinergi dan kolaborasi seperti ini penting untuk terus kita jaga dan tingkatkan ke depan. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik antarinstansi, kita dapat bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan Pemasyarakatan," ujar Tomi.

Kanwil Ditjenpas NTT memastikan kolaborasi bersama TNI, Polri, BNN, dan instansi terkait akan terus diperkuat.

Pelaksanaan deteksi dini secara serentak di seluruh UPT menjadi bagian dari upaya membangun kewaspadaan yang berkelanjutan, sehingga keamanan dan ketertiban tidak hanya dijaga ketika muncul persoalan, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran Pemasyarakatan.

Melalui langkah preventif, pengawasan yang konsisten, serta sinergi lintas sektor, Pemasyarakatan NTT terus berkomitmen menjaga seluruh UPT tetap aman, tertib, dan kondusif.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Cegah Peredaran Barang Terlarang Dalam Lapas, Polisi-TNI dan Lapas Sikka Razia Kamar WBP

Nusantara

Sempat Kabur Dari Rutan, Residivis di Rote Ndao Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Ribuan Warga Binaan dan Anak Binaan di NTT Dapat Remisi HUT Ke-81 RI, 24 Narapidana Langsung Bebas

Nusantara

Ratusan Warga Binaan Lapas Wanita dan Lapas Dewasa Kupang Dapat Terapi USEFT

Nusantara

Tinjau Rutan Kefamenanu, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan NTT Dorong Pembinaan WBP yang Produktif dan Berdampak

Nusantara

Manfaatkan Hari Libur, Kakanwil Ditjenpas NTT Pantau Pembangunan Dapur MBG di Lapas Waingapu