digtara.com -Sekitar 20 hektar lahan kosong di wilayah RT 002/RW 001, Dusun I, Desa Depe, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua terbakar pada akhir pekan lalu.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.00 Wita setelah warga melihat kobaran api dari kawasan perbukitan yang berada jauh dari permukiman.
Informasi tersebut kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian, BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan Damkar Sat Pol PP Kabupaten Sabu Raijua.
Personel Polsek Sabu Barat bersama BPBD, Damkar dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak merambat semakin luas, terutama ke arah kawasan permukiman warga.
Kondisi medan yang berbukit dan sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri saat dilakukan upaya pemadaman.
Baca Juga: Rumah Kontrol Daya PLTS di Kabupaten Ngada Terbakar, Ratusan KK Tidak Nikmati Listrik
Kendaraan pemadam
kebakaran dan tangki air BPBD tidak dapat mencapai seluruh titik
kebakaran. Petugas bersama masyarakat akhirnya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi.
Kobaran api dengan cepat merambat dari puncak bukit menuju bagian bawah dan menyebar ke sejumlah titik.
Kondisi rumput serta pepohonan yang kering akibat musim kemarau turut mempercepat penyebaran api.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, sekitar pukul 16.00 Wita api berhasil dipadamkan.
Namun, sejumlah titik masih menyisakan bara sehingga petugas tetap melakukan pemantauan, meskipun proses pendinginan secara menyeluruh terkendala kondisi medan berbukit dan banyaknya batang kayu kering.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 hektare
lahan kosong terdampak
kebakaran.
Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan terhadap rumah penduduk dan fasilitas umum.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan melakukan identifikasi dan meminta keterangan sejumlah warga.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lokasi, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Baca Juga: Kapolda NTT Salurkan Bantuan untuk 9 Keluarga TNI AD Terdampak Kebakaran Asrama Kuanino
Kepolisian berupaya memastikan penyebab kejadian berdasarkan hasil penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Polsek Sabu Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
kebakaran lahan selama musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang benda yang dapat memicu api secara sembarangan.
"Satu titik api dapat dengan cepat menjadi kebakaran besar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," ujar Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis.