digtara.com -Selebgram sekaligus kreator TikTok Alwi Fahry membagikan kisah perjalanan hidupnya hingga mendapat undangan menunaikan ibadah haji langsung dari Kerajaan Arab Saudi pada 2026.Cerita tersebut disampaikan Alwi di hadapan para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an, Daarul Mansur, serta jamaah Kajian Cahaya Surat Waqiah (CSW), Ahad (20/9).
Acara tersebut turut dihadiri Bu Nyai Gen Z, Wirda Mansur, dan sang ayah, Gurunda KH. Yusuf Mansur.
Alwi Fahry Ajak Anak Muda Berani BermimpiDalam kesempatan tersebut, Alwi Fahry mengajak generasi muda untuk tidak takut memiliki cita-cita besar. Menurutnya, setiap harapan perlu disertai keyakinan kepada Allah.
"Jangan pernah takut untuk berharap dan bermimpi, ada Allah," kata Alwi.
Ia menilai seseorang tetap perlu melakukan ikhtiar terbaik sambil menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kisah yang dibagikannya, terutama mengenai pengalaman pribadi Alwi dalam menjalani berbagai proses kehidupan.
Baca Juga: ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel
Bakti kepada Orang Tua Tak Harus dengan MateriAlwi juga berbicara mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua. Menurutnya, berbuat baik kepada orang tua tidak selalu harus dilakukan melalui pemberian materi.
Hal sederhana seperti mendengarkan cerita dan keluh kesah orang tua, menemani mereka, hingga memijat ketika sedang lelah juga dapat menjadi bentuk kasih sayang.
"Nyenengin orang tua gak mesti dengan materi. Kita dengerin keluhannya setiap hari, mijetin mereka kalau lagi capek aja itu insyaAllah jadi pahala," tutur Alwi.
Bagi Alwi, perhatian kepada orang tua merupakan bagian dari ikhtiar yang dapat dilakukan siapa saja, termasuk ketika seseorang belum memiliki banyak kemampuan secara finansial.
Berangkatkan 21 Anggota Keluarga untuk UmrahKecintaan Alwi terhadap keluarganya juga diwujudkan dengan memberangkatkan sekitar 21 anggota keluarga untuk menunaikan ibadah umrah.
Sang ibu turut mendampingi perjalanan tersebut dan menjadi saksi bagaimana Alwi berusaha memberikan kebahagiaan kepada keluarga.
"Alwi berangkatin sekitar 21 orang keluarga untuk pergi Umrah," ujar sang ibu.
Namun, ada kejadian yang membuat Alwi tidak dapat mengikuti perjalanan tersebut. Ketika keluarganya berangkat ke Tanah Suci, ia justru mengalami sakit.
Alwi akhirnya harus melewatkan kesempatan untuk berangkat umrah bersama keluarga meski sebelumnya telah memiliki harapan untuk ikut dalam perjalanan tersebut.
Baca Juga: Seleksi PPIH Arab Saudi 2027 Resmi Dibuka, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Alwi Fahry Dapat Undangan Haji dari Kerajaan Arab SaudiBeberapa waktu kemudian, Alwi justru mendapatkan kesempatan yang tidak disangka-sangka. Ia memperoleh undangan untuk menunaikan ibadah haji langsung dari Kerajaan
Arab Saudi pada 2026.
Kesempatan tersebut datang setelah sebelumnya ia harus melewatkan perjalanan umrah bersama keluarga karena sakit.
Alwi mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya mendapat tawaran untuk mengikuti haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi.
"Kaget, gak nyangka, langsung sujud syukur pas Kak Wirda nawarin buat haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi. MasyaAllah Tabarakallah," ucap Alwi.
Perjalanan tersebut juga disebut diberikan dengan fasilitas penerbangan kelas satu menggunakan Emirates dan Qatar Airways.
Pelajaran dari Perjalanan Alwi FahryBagi Alwi, pengalaman tersebut menjadi pelajaran mengenai pentingnya terus berikhtiar, menjaga kebaikan, dan tetap berprasangka baik kepada Allah.
Baca Juga: ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel Apa yang awalnya dianggap sebagai sebuah penundaan, menurutnya, justru dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang tidak pernah disangka sebelumnya.
Kisah tersebut kemudian ia bagikan kepada para santri dan jamaah sebagai pesan bahwa kebaikan tidak selalu langsung mendapatkan balasan yang terlihat.
Berbakti kepada orang tua, membahagiakan keluarga, serta berani memiliki cita-cita besar menjadi bagian dari ikhtiar yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Manusia dapat menentukan ikhtiar dan berusaha sebaik mungkin, sementara hasil serta waktu terwujudnya sebuah harapan tetap berada di luar kendali manusia.