Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Usai Tabrak Karang Dangkal, Belasan Penumpang Dievakuasi Selamat

Imanuel Lodja - Senin, 28 September 2026 08:32 WIB
ist
Anggota Polairud saat mengevakuasi belasan penumpang kapal di Labuan Bajo, Manggarai Barat

digtara.com -Kapal wisata jenis semi-phinisi, KM Yukai 55 GT, mengalami kecelakaan laut hingga tenggelam pada Minggu (27/9/2026) pagi

Kapal yang dinahkodai Armansyah (32) bersama empat anak buah kapal (ABK) menabrak gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meskipun kapal mengalami kebocoran parah dan kemiringan ekstrem, seluruh penumpang dan awak kapal yang berjumlah 19 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa maupun luka-luka (zero casualty) melalui operasi tanggap cepat (quick response) Tim SAR Gabungan.

Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung membenarkan insiden kecelakaan kapal wisata tersebut.

"Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling," ujar Iptu Leonardo Marpaung pada Minggu petang.

KM Yukai diketahui melintas di dekat perairan Tanjung Sture pada kondisi air laut yang sedang surut.

Baca Juga: Kapal Mati Mesin, 10 Penumpang Dievakuasi Selamat dari Pulau Sari'i Labuan Bajo

Mualim atau juru mudi kapal diduga kurang memahami alur pelayaran lokal serta mengabaikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung.

Kondisi tersebut menyebabkan bagian bawah kapal menghantam terumbu karang dangkal dengan keras hingga memicu kebocoran serius pada area lambung.

Dalam hitungan menit, kapal mulai miring secara ekstrem dan perlahan tenggelam.

Beruntung, situasi darurat tersebut langsung direspons oleh armada kapal lain yang kebetulan melintas di sekitar perairan Tanjung Sture.

Saat kejadian berlangsung, dua kapal wisata lain yang berada di sekitar lokasi, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran langsung merapat untuk memberikan pertolongan darurat awal menggunakan sekoci demi menampung para penumpang.

Satpolairud Polres Manggarai Barat segera terjun ke lokasi bersama Tim SAR Gabungan.

Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan, melibatkan Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri (KP. Kasturi 6002 dan KP. Bima 7014), KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.

Tim SAR Gabungan ke titik koordinat lokasi kejadian di 08°29'34.56 " S 119° 50'35.25" E dengan mengerahkan enam unit armada cepat, terdiri dari lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit Interceptor.

Prioritas utama personel saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) adalah keselamatan seluruh penumpang (Safety of Life at Sea).

"Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal," ujar Kasat.

Baca Juga: Pasukan Brimob Dilepas Ratusan Pelajar di Labuan Bajo Usai Misi Kemanusiaan di Flores

Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin.

Seluruh penumpang yang sebelumnya berada di sekoci darurat dipindahkan secara bertahap ke unit RIB milik Polairud dan Basarnas dengan pengawalan ketat menuju daratan.

Satu jam kemudian, seluruh korban tiba di dermaga dalam keadaan selamat. Petugas medis langsung melakukan pemeriksaan fisik dasar (triase) serta pendampingan trauma psikologis singkat sebelum pendataan identitas dilangsungkan.

Dari total 19 orang korban yang berhasil dievakuasi, 13 orang merupakan penumpang wisata yang terdiri dari wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik, sementara enam orang lainnya merupakan awak kapal (ABK).

Rombongan wisatawan asing tercatat berasal dari empat negara, yaitu dua warga negara Belgia, satu warga negara Italia, dua warga negara Prancis, dan dua warga negara Malaysia.

Sementara itu, enam penumpang lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI) termasuk pemandu wisata (tour guide) yang mendampingi rombongan.

Meski tanpa korban jiwa, musibah karamnya kapal berukuran 55 GT tersebut menelan kerugian material yang terbilang besar.

"Kerugian material akibat tenggelamnya badan kapal diperkirakan mencapai satu miliar rupiah," jelas Kasat.


Pasca evakuasi seluruh korban, Polres Manggarai Barat bersama instansi kemaritiman terkait langsung mengambil tindakan lanjutan, baik dari segi penegakan hukum maupun penataan keselamatan pelayaran.

Penyidik Satpolairud Polres Manggarai Barat melakukan proses BAP saksi terhadap nahkoda dan juru mudi guna mendalami dugaan unsur kelalaian dalam pelayaran tersebut.

"Kami memeriksa intensif nahkoda dan ABK jurumudi di Mako Satpolairud Polres Manggarai Barat guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," kata Iptu Leonardo.

Satpolairud juga berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo serta agen pemilik kapal untuk mengamankan lokasi bangkai kapal agar tidak membahayakan lalu lintas pelayaran lainnya.

"Kami berkoordinasi dengan KSOP dan pemilik kapal untuk menandai lokasi bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu alur navigasi kapal-kapal wisata lainnya," tambah Kasat.

Proses penarikan (salvage) kerangka kapal ke perairan yang lebih dangkal serta pengamanan sisa barang berharga milik wisatawa pun segera dilaksanakan.

Baca Juga: Kapal Mati Mesin, 10 Penumpang Dievakuasi Selamat dari Pulau Sari'i Labuan Bajo

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Kapal Mati Mesin, 10 Penumpang Dievakuasi Selamat dari Pulau Sari'i Labuan Bajo

Nusantara

Pasukan Brimob Dilepas Ratusan Pelajar di Labuan Bajo Usai Misi Kemanusiaan di Flores

Nusantara

Tim SAR Gabungan Evakuasi Empat Warga Kabupaten Manggarai Timur Korban Gempa ke Labuan Bajo

Nusantara

Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian

Nusantara

Remaja Pria di Manggarai Barat Curi Bobol Rumah Warga Korban Gempa Flores

Nusantara

Jenazah Relawan Gerak Bareng Diterbangkan ke Jakarta