digtara.com -Polres Timor Tengah Selatan (TTS) memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di kalangan pelajar.
Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi program Rise and Speak yang digelar bersamaan dengan kegiatan upacara bendera di
SMK Negeri 2 Soe, Senin (5/10/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpinKasat Reskrim Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, SH MH didampingi Kanit PPA Satreskrim Polres TTS, Aiotu Janri Tlonaen bersama anggota Unit PPA.
Sosialisasi tersebut diikuti Kepala Sekolah, 63 orang guru, serta 1.020 peserta didik SMK Negeri 2 Soe.
AKP I Wayan Pasek Sujana mengajak seluruh pelajar untuk membangun karakter yang disiplin, taat hukum, serta mampu menjaga diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja.
Ia menekankan bahwa disiplin merupakan salah satu kunci keberhasilan dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Para pelajar juga diingatkan untuk memahami dan menaati aturan serta hukum yang berlaku.
Kesadaran hukum sejak usia sekolah dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan harmonis.
Kasat Reskrim juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Para siswa didorong untuk memilih pergaulan yang positif serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pesan penting lainnya adalah menghentikan tindakan bullying antarpelajar.
Seluruh siswa diajak untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas dari kekerasan.
Melalui program Rise and Speak, Polres TTS mendorong keberanian para pelajar untuk berbicara dan melaporkan apabila menemukan atau mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polres TTS membangun kesadaran sejak dini bahwa kekerasan, perundungan maupun tindakan yang melanggar hukum bukanlah hal yang dapat dibenarkan dan harus bersama-sama dicegah.
Melalui sosialisasi ini, Polres TTS berharap pesan yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh pelajar dalam kehidupan keseharian.