digtara.com -Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Indonesia berdampak hingga ke negara tetangga Timor Leste.
Terhitung tiga hari kedepan atau mulai Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026), Pemerintah
Timor Leste memutuskan menutup sementara seluruh kegiatan belajar tatap muka di sekolah.
Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia.
Pengumuman disampaikan Sekretaris Negara Pendidikan Menengah Domingos Lopes Lemos pada Rabu (14/10/2026).
Penangguhan berlaku untuk sekolah negeri, swasta, dan koperasi dari jenjang prasekolah hingga menengah kejuruan di seluruh wilayah negara.
"Berdasarkan dasar hukum yang tercantum dalam lampiran, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara memutuskan untuk menangguhkan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka," kata Domingos dalam siaran pers.
Baca Juga: Karhutla di Riau Nihil, Kabut Asap Dari Provinsi Lain
Keputusan ini merujuk laporan Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG). Asap dari Papua Barat terbawa angin muson Australia hingga ke
Timor Leste, membuat udara di Dili tidak sehat selama beberapa hari berturut-turut. Presiden José Ramos-Horta juga menyampaikan keprihatinan atas dampaknya terhadap kesehatan anak-anak.
"Sehingga membuat kualitas udara kita menjadi buruk dan tidak sehat lagi," tulis DNMG dalam laporannya.
Selama penutupan, siswa diminta belajar di rumah dengan metode alternatif dan tugas dari guru.
Masyarakat diimbau tetap di dalam rumah, menghindari aktivitas luar ruangan, memakai masker jika keluar, menutup jendela, serta tidak membakar sampah.
Hari ini, Rabu (14/10/2026) digunakan sebagai masa persiapan demi melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik.