digtara.com -Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua terhadap Veronica Beatrix Jessica, perempuan berusia 23 tahun.
Warga negara Indonesia ini menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam
KM Feronia di perairan
Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, 13 Oktober 2026.
Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA, korban masih belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan telah melaksanakan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran permukaan laut, pemantauan menggunakan drone thermal, hingga penyelaman di area pencarian.
Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan pada pukul 06.00 WITA dengan briefing serta persiapan personel dan alat utama (alut) SAR.
Sebanyak 82 personel gabungan dikerahkan untuk melanjutkan pencarian sesuai dengan rencana operasi SAR hari kedua.
Baca Juga: Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal
Pencarian dilakukan melalui penyisiran di area seluas 14 mil laut (nautical mile) yang dibagi ke dalam beberapa sektor pencarian.
Selain penyisiran di permukaan laut, tim juga menggunakan drone thermal selama 10 menit untuk membantu pemantauan di area pencarian.
Upaya pencarian turut diperkuat dengan pengerahan dua tim penyelam yang melaksanakan penyelaman dalam dua sesi.
Tim penyelam A terdiri atas lima orang, sedangkan tim Penyelam B terdiri atas empat orang.
Penyelaman dilakukan hingga kedalaman sekitar 30–40 meter untuk mencari korban serta menelusuri bangkai kapal KM Feronia yang diduga menjadi lokasi korban terjebak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa upaya penyelaman menjadi salah satu metode yang dioptimalkan dalam pencarian hari kedua.
"Tim penyelam melaksanakan pencarian dalam beberapa sesi dengan kedalaman sekitar 30–40 meter. Penyelaman difokuskan untuk menelusuri area pencarian dan bangkai kapal KM Feronia, mengingat adanya dugaan korban terjebak di dalam bangkai kapal tersebut. Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan," jelas Fathur Rahman pada Rabu malam.
Pada pukul 08.50 WITA,
Tim SAR Gabungan juga menggelar rapat bersama keluarga korban dan otoritas pelabuhan di Kantor KSOP Labuan Bajo untuk membahas perkembangan pelaksanaan operasi pencarian.
Dalam perkembangan lainnya, pada pukul 15.15 WITA,
Tim SAR Gabungan menerima informasi mengenai penemuan satu tangki selam yang mengapung di perairan sekitar Pulau Pengah dan Pulau Siaba Besar.
Benda tersebut diduga merupakan perlengkapan selam milik KM Feronia dan ditemukan oleh anggota Somer Dive.
Tangki selam tersebut kemudian diamankan di kapal Somer Dive.
Hingga pukul 18.00 WITA, seluruh rangkaian pencarian hari kedua telah dilaksanakan melalui penyisiran permukaan laut, pemantauan menggunakan drone thermal, dan penyelaman.
Namun, hasil pencarian masih nihil. Operasi SAR direncanakan kembali dilanjutkan pada Kamis (15/10/2026) pukul 06.00 WITA.
Baca Juga: Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal
Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan mengevaluasi hasil
operasi hari kedua dan menyusun strategi pencarian berikutnya.
Koordinasi antarunsur serta keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi SAR.
Pengerahan Alut dalam operasi SAR hari kedua meliputi RIB Pos SAR Manggarai Barat, RBB Lanal Labuan Bajo, speed boat patroli KSOP Labuan Bajo, Sea Rider KP. Bima (Baharkam), KP. Mengkudu (Polres Manggarai Barat), speed boat Waikiko 1, speed boat Waikiko 2, speed boat Elrora, speed boat Matahari 7, speed boat Waikiko 3, Sea Rider KSOP Labuan Bajo dan speed boat Elrora.